Senin
02 November 2026 | 1 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

pdip jatim 261102 persitar 1

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota Persatuan Sinden Blitar Raya (Persitar). Koperasi diharapkan menjadi wadah penguatan ekonomi bersama sekaligus penopang kesejahteraan pesinden ketika aktivitas pertunjukan sedang sepi tanggapan.

Gagasan tersebut disampaikan Guntur dalam penutupan kegiatan Sosialisasi Dewan (Sowan) bersama Persitar di Hall Grand Mansion, Kanigoro, Kabupaten Blitar, Minggu (1/11/2026).

Menurut Guntur, penguatan kesejahteraan pelaku seni tradisional tidak cukup hanya melalui dukungan terhadap aktivitas berkesenian. Aspek ekonomi dan peningkatan kompetensi juga perlu mendapat perhatian agar profesi pesinden tetap memiliki keberlanjutan.

Ia menilai koperasi dapat menjadi wadah ekonomi yang dikelola dari, oleh, dan untuk para pesinden. Melalui kelembagaan tersebut, anggota diharapkan memiliki ruang untuk membangun usaha bersama dan memperkuat ketahanan ekonomi ketika kesempatan tampil mengalami penurunan.

Selain penguatan ekonomi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar itu mendorong peningkatan kapasitas pesinden agar mampu mengikuti perkembangan dunia pertunjukan tanpa meninggalkan pakem seni tradisional.

“Peningkatan kapasitas dan kemampuan ini sangat penting karena persaingan makin ketat. Jika para sinden tidak mengasah kemampuannya, mereka bisa tergilas oleh generasi muda,” ujar Guntur.

Menurut dia, kompetensi pesinden tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan materi vokal atau sindenan. Kemampuan menari juga perlu diperkuat untuk memenuhi kebutuhan pertunjukan.

“Selain penguasaan materi vokal atau sindenan, mereka juga perlu dibekali tarian klasik seperti Tari Gambyong atau Tari Emprak untuk memenuhi kebutuhan panggung wayang,” imbuhnya.

Guntur menyebut dukungan terhadap Persitar juga telah diwujudkan melalui alokasi APBD Provinsi Jawa Timur berupa bantuan seperangkat busana adat, yakni kebaya dan jarik, bagi 60 pesinden.

Ke depan, ia juga merencanakan pengadaan seperangkat gamelan untuk menunjang kegiatan latihan dan peningkatan kemampuan anggota Persitar.

Sementara itu, Pembina Persitar, Sudarwiyanto, menyambut positif perhatian dan dukungan Guntur Wahono. Ia menjelaskan, organisasi yang berdiri sejak 2016 tersebut kini menaungi sekitar 200 pesinden dari Kabupaten dan Kota Blitar.

Menurut Sudarwiyanto, Persitar tidak hanya menjadi tempat bersilaturahmi, tetapi juga ruang belajar dan meningkatkan kemampuan para pelaku seni suara tradisional Jawa. Penguasaan pakem serta teknik sindenan klasik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pesinden di tengah perubahan pasar pertunjukan.

“Situasi tanggapan saat ini kerap mengalami pasang surut. Kami sangat menyambut positif dan mengapresiasi langkah Pak Guntur Wahono yang merangkul serta mendukung para pelaku budaya. Harapan kami, para sinden tidak hanya puas menembus pasar populer seperti campursari, tetapi juga terus memperdalam teknik dan kualitas sindenan klasik,” jelasnya.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, Slamet Susanto, menegaskan pelestarian kebudayaan membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah daerah, legislatif, dan para pelaku seni.

Menurutnya, keberlangsungan seni tradisional tidak bisa hanya dibebankan kepada komunitas. Dukungan pemerintah dan ruang pengembangan bagi para seniman juga diperlukan agar kesenian lokal tetap memiliki tempat di tengah masyarakat.

Slamet menambahkan, penguatan seni tradisional berkaitan dengan pengembangan sektor pariwisata. Kesenian lokal dapat menjadi daya tarik budaya daerah apabila para pelakunya memperoleh kesempatan tampil dan terlibat dalam berbagai agenda.

“Pelestarian kebudayaan membutuhkan sinergi semua pihak, baik pemerintah daerah, legislatif maupun para pelaku seni. Selain menjaga identitas budaya daerah, pengembangan kesenian tradisional juga dapat mendukung sektor pariwisata. Karena itu, kami terus membuka kesempatan bagi seniman lokal untuk terlibat dalam berbagai agenda kebudayaan daerah,” ungkap Slamet.

Bagi Persitar, penguatan ekonomi dan peningkatan keterampilan menjadi dua kebutuhan yang saling berkaitan. Dengan dukungan kelembagaan, pembinaan, dan kesempatan berkesenian, para pesinden diharapkan dapat menjaga keberlanjutan profesi sekaligus merawat tradisi seni suara Jawa di Blitar Raya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...
KRONIK

Bangkalan Sabet Tiga Penghargaan Wilwatikta Awards, Bupati Lukman: Ada Kerja Keras Petani

SURABAYA – Kabupaten Bangkalan meraih tiga kategori penghargaan dalam ajang Jawapos.com Wilwatikta Awards 2026. ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Turnamen Voli Pantai Trans Group, Dorong Regenerasi Atlet

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, membuka Turnamen Voli Pantai Trans Group di kawasan Pantai ...
SEMENTARA ITU...

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...