Kamis
14 Mei 2026 | 9 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diskusi Pagi di Rumah Bu Mega, Hasto: Sarapan Beliau Serba Rebusan

pdip-jatim-220331-polopendem-1

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat mengunjungi kediaman Ketua Umum Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Kamis (31/3/2022), sempat terkejut ketika disuguhi menu sarapan kombinasi aneka makanan rebusan sebelum mereka berdiskusi.

“Ibu Megawati Soekarnoputri sosok yang konsisten di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan memberikan contoh positif. Sarapan beliau ternyata dari jagung, pisang, umbi-umbian, dan ketela pohon. Semua direbus dan hadirlah menu makanan yang sehat,” ungkap Hasto dalam keterangan persnya.

Menurut Hasto, Presiden Kelima RI itu ingin menunjukkan bangsa Indonesia berdikari dalam bidang pangan, dengan menggelorakan kembali seluruh khazanah budaya makanan yang berasal dari desa.

Dia menilai makanan Indonesia sangat kaya dan menyentuh aspek mendasar manusia tanpa minyak. “Seruan Ibu Mega untuk menghadirkan kembali varian makanan yang bisa ditanam dan diolah masyarakat sendiri, termasuk kemampuan memproduksi minyak goreng dari kelapa,” jelasnya.

Alumnus UGM itu juga menilai hasil produksi pangan desa banyak yang bisa dimakan, termasuk membuat minyak dari kelapa. Hasto menganggap apabila itu bisa dimanfaatkan, maka bisa menjadi gerakan melawan kapitalisme.

Hasto menilai kelangkaan minyak goreng berbasis CPO dan penggorengan harga yang mencekik rakyat merupakan praktik kapitalisme dengan mengendalikan distribusi demi kepentingan pemburu rente yang berkolusi dengan oknum pejabat. Hal itu pula yang menyebabkan kelangkaan minyak goreng.

“Berbagai praktik kapitalisme sebagai nafsu mencari keuntungan tersebut harus dihadapi dengan menghadirkan struktur ekonomi yang berkeadilan di mana rakyat menjadi pelaku utama perekonomian nasional,” tandas Hasto.

Untuk itu, sebut Hasto, seluruh kepala daerah dari PDI Perjuangan selanjutnya diinstruksikan bekerja sama dengan perguruan tinggi, melakukan riset dan inovasi, untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi rakyat, agar berdampak langsung bagi kemajuan perekonomian desa.

“Krisis minyak goreng memberi pelajaran penting, agar desa bangkit dan berdaulat dalam bidang pangan, melalui cara-cara berdikari yang dijalankan dengan cara gotong royong,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Kembalikan Citra Kota Malang sebagai Kota Bunga, Eko Herdiyanto Dorong Penguatan Ruang Hijau di Perbatasan

Eko Herdiyanto mendorong penguatan ruang hijau di perbatasan demi mengembalikan citra Kota Malang sebagai Kota ...
KABAR CABANG

Ditinggal Berjualan, Dapur Mbah Rupini Terbakar, PAC Paron Salurkan Bantuan

  NGAWI – Sebuah bangunan dapur milik Rupini, warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, terbakar pada ...
KRONIK

Grisa Job Fair, Pemkab Ngawi Sinergikan Bidang Pendidikan dengan Industri

NGAWI – Halaman SMK PGRI 1 Ngawi dipadati pencari kerja dalam gelaran Grisa Job Fair 2026, Rabu (13/5/2026). Tidak ...
KABAR CABANG

Suratun Nasikhah Minta Minimal Satu Kader Muda Masuk Calon Pengurus Ranting PDIP

Suratun Nasikhah meminta minimal satu kader muda masuk komposisi calon pengurus ranting PDIP di tingkat desa. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Sebut Penanganan Stunting di Surabaya Berhasil karena Gotong Royong

Eri Cahyadi menyebut keberhasilan penanganan stunting di Surabaya lahir dari gotong royong dan kolaborasi berbagai ...
KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...