Rabu
22 Juli 2026 | 12 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Depan 400 Kepala Sekolah, Sugiri: Wawasan Kebangsaan Dimulai dari Bapak-Ibu

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-23032022

PONOROGO – Menghadapi bonus demografi, wawasan kebangsaan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda menjadi berkualitas dan memiliki jiwa nasionalisme di masa mendatang. Bonus demografi sendiri merupakan suatu keadaan di mana usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak daripada usia non profuktif. Puncak bonus demografi diperkirakan akan terjadi pada 10 sampai 20 tahun mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, saat menyampaikan pidato di hadapan sekitar 400 kepala sekolah, penilik dan pengawas di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo. Pembinaan wawasan kebangsaan ini sebagai upaya pemerintah dalam memberi pengarahan untuk menyamakan persepsi kepada para guru sebelum disampaikan kepada anak didiknya.

“Pentingnya menyamakan persepsi bahwa NKRI clear, Pancasila final, Bhinneka Tunggal Ika tidak bisa dibantah lagi. Ini harus sampai ke siswa didik, bahkan generasi muda,” ungkap Bupati Sugiri saat pidato di Gedung PGRI Ponorogo, Rabu (23/3/2022).

Karena itu, agar tersampaikan dengan mudah, guru dan kepala sekolahlah yang efektif dalam menyampaikan wawasan kebangsaan kepada anak didiknya. Pun mereka merupakan garda terdepan dalam bidang pendidikan.

“Saat ini anak-anak kita diasuh medsos. Kita menyamakan persepsi seperti apa anak didik ke depannya, bagaimana karakternya, attitude, moral, dan kualitasnya. Harus ada inovasi ke depannya. Wawasan kebangsaan dimulai dari bapak ibu kepsek sebagai pengemban amanah,” imbuhnya.

Wawasan kebangsaan memang perlu didapatkan para anak didik yang juga sebagai calon penduduk usia produktif, agar kelak bisa menjadi generasi yang tidak luntur rasa nasionalismenya, berkualitas, dan bisa bersaing dengan bangsa lain.

“Menghadapi bonus demografi ini beban kita tidak gampang. Harus menyuguhkan generasi yang berkualitas. Jangan sampai generasi yang letoy kita sodorkan kepada dunia,” tegas Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu.

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim, KH. Marzuki Mustamar, yang hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, mengatakan, pembinaan ini menjadi penting karena saat ini sudah mulai ada kelompok-kelompok radikal yang yang mencoba mengacau NKRI, mengadu domba atas nama agama, menentang NKRI, menentang kemajemukan, dan menyebarkan ujaran kebencian.

“Dan hal ini kalau terus menyebar kepada pejabat, aparat, guru-guru, dan seluruh masyarakat akan membahayakan masa depan negara. Makin banyak yang terpapar, makin membahayakan negara,” paparnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...