SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Surabaya mengggelar talkshow dan workshop bertema Social Media Activation dan Digital Marketing. Acara dilaksanakan sebagai upaya untuk terus menguatkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di masa pandemi.
Ketua DPC Surabaya, Adi Sutarwijono mengatakan, pandemi Covid-19 membuat UMKM tertatih-tatih untuk mampu bertahan. Karena itu, kata dia, setelah pandemi mulai terkendali, saatnya semua stakeholder baik pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama menjulurkan tangan mengangkat kembali keterpurukan UMKM.
Dijelaskan Adi Sutarwijono, jumlah UMKM di Surabaya tahun 2021 mencapai 40.679. Dan menurut catatan Bank Indonesia, sebanyak 87,5 persen UMKM di Indonesia terdampak pandemi Covid-19. “Untuk itu, ayo bersama-sama kembali majukan UMKM kita,” kata Adi Sutarwijono, Rabu (15/12/2021).
Kegiatan workshop ini, lanjutnya, merupakan upaya PDI Perjuangan Surabaya untuk ikut membantu Pemkot Surabaya dalam mengembangkan UMKM. Terlebih Pemkot tengah bekerja keras untuk melakukan pemulihan ekonomi.
“Saya sangat terkesan sekali dengan acara yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan yang mengendorse pelaku UMKM, kader-kader PDI Perjuangan yang bergerak di bidang UMKM dan ekonomi kreatif. Mereka saat ini memang butuh pendampingan setelah pandemi Covid-19 melandai,” ucapnya.
Ia berharap, ke depannya PDI Perjuangan bisa menjadi wadah pergerakan sosial ekonomi, khususya bagi anak-anak muda Surabaya. Selain itu, juga menjadi pusat pergerakan politik bagi anak-anak muda, dan pergerakan kaum perempuan dalam rangka membangun Surabaya yang lebih baik.
“Saya berharap pemuda dan perempuan semakin berpartisipasi dan berperan aktif dalam pembangunan Surabaya. Pemuda dan perempuan adalah lokomotor pergerakan pembangunan Surabaya ke depan. Dan PDI Perjuangan ingin berkontribusi untuk itu,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Bidang Industri, Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, Koperasi dan UMKM, Khusnul Khotimah menambahkan, saat ini Surabaya memiliki banyak UMKM dan ekonomi kreatif, yang sudah berjalan dan memiliki pangsa pasar sendiri.
Seiring melandainya pandemi Covid-19, kata Khusnul, PDI Perjuangan Surabaya ingin muncul lebih banyak lagi UMKM-UMKM dan ekonomi kreatif baru di Kota Pahlawan.
“Kami berharap lebih banyak lagi masyarakat terlibat dalam pengembangan UMKM. Sehingga akan muncul entrepeneur baru yang bisa memajukan Surabaya,” katanya.
Politisi perempuan yang juga menjabat Ketua Komisi D DPRD Surabaya ini mengatakan, peserta yang mengikuti talkshow dan workshop diberikan wawasan, informasi, wacana dan rencana seputar dunia UMKM. Sehingga pasca acara peserta bisa meneruskan pengetahuannya kepada orang lain. Jika itu pengurus partai, bisa menularkan ke jajarannya.
“Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya agar terciptanya entepreneur baru di Surabaya. Untuk itu kita gagas acara ini, sebagai bentuk perhatian DPC PDI Perjuangan Surabaya terhadap gegap gempira UMKM yang sangat banyak peminatnya,” tandasnya.
Workshop dilangsungkan akhir pekan lalu dilaksanakan di Majapahit Meeting Room, Hotel Inna Simpang Surabaya. (nia/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










