Selasa
21 Juli 2026 | 3 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketika Semangat Banteng Surabaya Terhentak Gedrukan Kaki Puluhan Penari Remo

pdip-jatim-211130-remo-musancab-sby

SURABAYA – Gedrukan rampak kaki-kaki mungil dari puluhan bocah penari Remo seakan jadi suntikan semangat kader-kader Banteng Kota Surabaya jelang acara konsolidasi organisasi di Hotel Vini Vidi Vici, Kawasan Tambak Bayan, Surabaya, akhir pekan lalu.

Hentakan kaki berbalut gelang beruntai lonceng kuningan kecil dari 30 bocah penari Remo pun seakan beradu suara dengan tepukan tangan meriah para kader Banteng menyambut penampilan tari khas Jawa Timuran ini.

Atraksi Tari Remo sengaja ditampilkan untuk memeriahkan pembukaan konsolidasi organisasi tingkat kecamatan yang dilakukan 31 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Surabaya tersebut.

Baca juga: Kader Banteng Bakal Lebih Memerahkan Kota Surabaya

“Tari remo ini biasa kita tampilkan di acara Partai, yang intinya sebagai penyambutan tamu-tamu. Dan yang utama tentunya, untuk tetap menunjukkan jati diri bangsa melalui seni budaya,” jelas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Baktiono.

Dalam pembukaan musancab serentak di Hotel V3, terang Baktiono, para penari Remo dari anak-anak SD hingga SMP di Kota Surabaya. Menurutnya, mereka dari Sanggar Tari Putra Bima Respatih binaan DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, sebagai salah satu upaya merawat dan melestarikan budaya bangsa.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Baktiono.

“Selalu kita regenerasi dan kita jaga budaya daerah, dengan menampilkan di acara Partai dan di acara lainnya. Jika tidak ditampilkan, siapa yang akan menikmati,” terang politisi senior yang juga Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya ini.

Sariyono, pembina Sanggar Tari Putra Bima Respatih menambahkan, Tari Remo menceritakan perjuangan para generasi muda di Jawa Timur dalam perjuangan mengusir penjajah sebelum negeri ini merdeka.

Menurutnya, pelatihan dan pertunjukan selalu difasilitasi DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Seperti fasilitas tempat latihan dan sampur.

Dia menyebut, penari Remo dari sanggar ini pernah 5 kali diundang ke Istana Negara saat Megawati menjabat presiden.

“Saat itu ditampilkan untuk menyambut Presiden Aljazair. Anak-anak juga pernah diberangkatkan Wali Kota Surabaya ke Busan, Korea Selatan tahun 2014,” bebernya.

Setiap pertunjukan, seperti Tari Remo ini, selalu akan berakhir. Namun di saat bersamaan, Banteng-banteng Surabaya mulai memanaskan dan lebih menyolidkan mesin politiknya dalam menghadapi kontestasi Pemilu 2024. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...