Rabu
02 September 2026 | 4 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Jatim dan BKKBN Kolaborasi Turunkan Angka Stunting di Jawa Timur

PSX_20211111_134428-min

SURABAYA – Persoalan stunting yang berimplikasi pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terus menjadi perhatian segala pihak. Berdasarkan data tahun 2019, terdapat sekira 26,9 persen anak mengalami stunting di Jawa Timur.

Atas hal tersebut, melalui gelaran rapat koordinasi bertema “Kebijakan Pengendalian Stunting di Indonesia” DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), mengajak para kepala daerah serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim untuk lebih fokus mengatasi hal tersebut.

“Jadi, ada program nasional tentang pengendalian stunting, lalu kepala BKKBN ini menghubungi saya, bagaimana bertemu para pemangku kepentingan kepala daerah yang berasal dari PDI Perjuangan dan juga para pimpinan DPRD,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Kusnadi, Rabu (10/11/2021).

Kusnadi mengungkapkan, dalam rapat tersebut telah diketahui besaran Dana Alokasi Khusus (DAK) stunting tahun 2022. Sehingga ia berharap ke depan para kepala daerah serta seluruh pihak stakeholder dapat memaksimalkan hal tersebut untuk menurunkan prevalensi stunting.

“Kebijakan ini juga pemerintah sudah menyediakan pendanaan melalui dana alokasi khusus di DAK untuk segera kita bergerak bersama-sama. Target kita ke depan, kita bisa menurunkan prevalensi di Jawa Timur, setidak-tidaknya di bawah sedikit standar WHO,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo. Ia mengatakan, bahwa pertemuan kali ini sangat penting untuk mengoptimalkan penanganan di Jawa Timur. Terlebih, selama ini, realisasi DAK tahun 2021 masih 20,48 persen.

“Acara ini bagus banget karena biasanya kepala daerah ini sering kurang indepth terhadap masalah anggaran dan program yang ada di dinas. Sehingga ketika ketemu dengan yang seperti kami yang dari pemerintah membawa program itu baru dia paham bahwa ada dana yang belum terserap di dinas saya,” ucap Hasto.

Menurutnya, para pemimpin daerah serta seluruh stakeholder juga harus menyatukan visi dan misi demi pengendalian stunting yang lebih baik. Pendidikan dini tentang stunting juga perlu digencarkan terutama bagi pasangan yang akan menikah.

“Pendidikan stunting sejak dini sangat penting, tetapi dibalut dalam kemasan pendidikan reproduksi sejak dini. Karena stunting akar penyebabnya, di samping karena kemsikinan dan sanitasi yang kurang bagus, juga masalah kesehatan reproduksi yang kurang bagus,” ungkapnya.

Sehubungan dengan itu, anggota Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, mengatakan, setelah ini pihaknya akan menindaklanjuti data-data yang telah disampaikan oleh BKKBN agar penanganan di tiap daerah bisa lebih maksimal.

“Setelah ini data-data yang disampaikan oleh BKKBN terkait DAK fisik itu segera ditindak-lanjuti supaya tidak terjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). Ada DAK fisik dan BOKB yang jumlahnya lumayan besar di tiap kabupaten/kota,” ujar Untari.

“Kalau saya lihat kemarin di Kabupaten Malang masih ada 16 kecamatan, 58 desa masih ada stuntingnya. Nah, Jawa Timur itu termasuk masih cukup tinggi. Sehingga kita perlu melaksanakan itu, tambah asupan gizi, diperiksa di Puskesmas, di timbang di Posyandu,” imbuhnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Dua Ambulans DPC Sidoarjo Bantu Evakuasi Ratusan Santri Keracunan Makanan 

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menerjunkan dua tim ambulans dalam peristiwa keracunan massal ...
LEGISLATIF

P-APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Ngawi Ingatkan 5 Program Prioritas RKPD

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi agar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta KONI Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk ...
LEGISLATIF

Baru 26 dari 190 Titik Punya ZoSS, Dewanti Minta Sekolah Rawan Kecelakaan di Malang Segera Dipetakan

SURABAYA — Fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di Kabupaten Malang dinilai masih jauh dari kebutuhan. Dari 190 ...
LEGISLATIF

Puan Sambut Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar Pimpin PBNU, Harap NU Makin Baik

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim ...
KRONIK

Ketua Pansus 2 DPRD Tulungagung Tekankan Perda Kesejahteraan Sosial Harus Berdampak Nyata

TULUNGAGUNG – Ketua Panitia Khusus (Pansus) 2 DPRD Kabupaten Tulungagung, Joko Tri Asmoro, menekankan bahwa Perda ...