Sabtu
05 September 2026 | 4 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Petani Porang Mengadu ke Diana Sasa soal Kendala Pengajuan KUR

pdip-jatim-dprd-jatim-05112021-diana-sasa-a1

MAGETAN – Sejumlah petani Porang di Kabupaten Magetan mengadu kepada anggota DPRD Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih, terkait kendala-kendala yang dialami dalam proses pengajuan kredit usaha rakyat (KUR) di bank pemerintah.

Pengajuan pinjaman melalui BRI sedianya digunakan untuk permodalan bertanam. Para petani menyatakan, ada hampir seratus petani yang mengalami kendala dalam proses pengajuan KUR. Puluhan petani tersebut tersebar di Kecamatan Parang, Plaosan, Poncol, Lembeyan, Ngariboyo, dan Karas.

Dari 95 petani yang mengajukan kredit, hanya tujuh orang yang pinjamannya terealisasi. Itu pun, dua di antaranya mendapatkan pinjaman tak sesuai dengan jumlah yang diajukan.

Koordinator Petani Porang asal Parang Sayidiman mengatakan jika dari awal Bank BRI memberi syarat harus ada wadah yang bertanggungjawab dan menjamin serta bisa memberikan rekomendasi pengajuan pinjaman kredit ke BRI.

”Faktanya ketika ada rekomendasi dari CV AMM, mitra petani Porang di Magetan sebagai bagian dari proses assessment, dari pihak BRI tetap melakukan prosedur pengajuan melalui desa,” ungkap Sayidiman kepada Diana Sasa, sapaan akrab Diana Amaliyah Verawatiningsih, Rabu (3/11/2021).

Petani Porang lainnya, Fikri, mengungkapkan, dirinya mengajukan pinjaman pada bulan September 2021. Warga Desa Pragak, Kecamatan Parang itu mengaku sudah disurvei pada 20 Oktober lalu oleh pihak bank. Namun, pria yang memiliki lahan Porang setengah hektar itu mengaku, sampai sekarang belum ada realisasi.

Keluhan juga disampaikan Baharudin, petani asal Desa Nglopang, Parang. Pria yang mengelola lahan porang seluas 1,5 hektar itu mengajukan pinjaman Rp 50 juta. Namun, yang dicairkan hanya Rp 10 juta.

“Kalau 10 juta, kami bingung juga Mbak (Diana Sasa), buat modal beli bibit dan operasional saja tidak cukup,” ungkapnya.

Sementara itu, Diana Sasa mengatakan jika tanaman Porang menjadi perhatian khusus Presiden Jokowi. Bahkan Porang diharapkan menjadi komoditas unggulan ekspor andalan tanah air. Pemerintah juga sudah membuka kran KUR untuk petani Porang.

Maka, lanjut dia, bagi petani yang telah memiliki kerjasama hitam di atas putih dengan perusahaan yang menjamin pembelian hasil panen, mestinya proses pengajuan KUR lebih mudah.

”Apalagi jelang akhir tahun, plafon KUR yang ada di bank BUMN terutama BRI jangan sampai tidak tersalur. Kasihan petani karena saat ini memasuki musim hujan, waktunya tanam,” kata Diana Sasa.

Wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini mengatakan, dirinya akan mencoba melakukan mediasi antara petani dengan BRI terkait hal tersebut. Tujuannya agar semangat petani tidak jatuh karena pengajuan KUR-nya tidak disetujui.

“Banyak dari mereka (petani Porang) ini masih muda-muda. Kita harus dukung mental mereka, karena mencari anak muda yang mau bertani juga tidak mudah,” kata Sasa.

Sasa menerangkan dirinya sudah pernah bertemu dengan Kepala Pimpinan Cabang BRI Magetan membicarakan soal kendala permodalan petani Porang. Menurut penjelasannya waktu itu, senyampang ada MoU dengan perusahaan penjamin dan assessment perusahaan untuk petani dianggap layak, maka KUR bisa dicairkan.

”Tapi yang dialami para petani di lapangan kan ternyata berbeda. Nah, solusinya seperti apa kira-kira nanti,” pungkas Sasa. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...