Selasa
27 Oktober 2026 | 6 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Banteng Kabupaten Pasuruan Perjuangkan Penanganan Kemiskinan Esktrim jadi Prioritas APBD 2022

pdip-jatim-dprd-kabuptan-pasuruan-281021-andri-wahyudi-a

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan mengupayakan arah kebijakan pembangunan pemerintah kabupaten pada tahun 2022 memprioritaskan penanganan kemiskinan ekstrim. Sikap resmi fraksi dituangkan dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan APBD Tahun 2022, Kamis (28/10/2021).

“Arah kebijakan Kabupaten Pasuruan Tahun 2022 adalah Kelembagaan Ekonomi Desa. Untuk bidang urusan pemerintahan dan bidang pemberdayaan masyarakat desa, perubahan RPJMD yang telah dilakukan harus selaras dengan RPJMN, yang salah satunya menetapkan program penanganan kemiskinan ekstrim,” jelas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi.

Untuk melaksanakan program penanganan kemiskinan ekstrim itu, Andri memandang jika pemerintah daerah (Pemda) harus bekerja sama dengan semua leading sector sampai dengan level pemerintahan desa. Termasuk dengan NGO dari pemerintah pusat yang di dalamnya ada pendamping PKH, Pendamping Desa, Pekerja Sosial dan pendampingan lainnya.

Juga termasuk bisa berkolaborasi dengan NGO lokal yang ada di Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan, seperti Kader Desa, Kader Posyandu, Perawat Desa, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Kader Desa lainnya, dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrim.

“Kami dari Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan berharap program penanganan kemiskinan Ekstrim ini menjadi prioritas di dalam APBD Tahun 2022,” tegasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan ini juga mengimbau kepada Dinas Sosial untuk segera melakukan verifikasi, validasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang masif dan terpadu, agar dihasilkan out put data kemiskinan yang valid. Karena masih banyak ditemukan pada DTKS yang eksclusion dan inclusion error.

Eksclusion dalam artian data orang miskin tapi belum terdata di DTKS. Sedangkan, Inclusion artinya data DTKS banyak yang mampu dan tidak layak, tapi masuk di DTKS.

“Ini dimaksudkan agar warga yang tidak mampu bisa terakomodir denga baik dan cepat,” tegasnya.

Fraksi PDI Perjuangan pun berharap, agar dinas lain yang banyak melakukan pemberdayaan dan ketenagakerjaaan seperti Disperindag, Dinas Koperasi, lingkup pertanian, wisata dan Disnaker bisa melakukan transformasi percepatan.

“Semua harus bergerak cepat, berkolaborasi, agar angka pengangguran dan kemiskinan tidak semakin meninggi,” tandasnya. (moc/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...