TULUNGAGUNG – Meski dana alokasi umum (DAU) kembali terpotong dalam RAPBD tahun anggaran 2022, namun Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, menaikkan pendapatan dalam RAPBD tersebut. Kenaikannya mencapai 4,97 persen.
“Pendapatan dalam RAPBD Kabupaten Tulungagung tahun 2022 terjadi kenaikan dari tahun sebelumnya. Jika tahun 2021 sebesar Rp 2,36 triliun, untuk RAPBD tahun 2022 menjadi Rp 2,54 triliun,” kata Maryoto, usai rapat paripurna Penyampaian RAPBD Tulungagung Tahun Anggaran 2022 di kantor DPRD setempat, Rabu (27/10/2021).
Menurut dia, ada beberapa sumber pendapatan Pemkab Tulungagung yang mengalami peningkatan sehingga menambah pendapatan di RAPBD tahun anggaran 2022.
Di antaranya, penerimaan DAK dan dana bagi hasil cukai. “Selain juga dari pendapatan asli daerah berupa PBB P-2 dan retribusi,” bebernya.
Sementara itu, terkait pemotongan DAU, kader PDI Perjuangan ini menyatakan hal tersebut akibat pemerintah pusat masih berkonsentrasi untuk penanggulangan Covid-19. “DAU turun karena pemerintah masih melakukan penanganan kesehatan, yakni untuk Covid-19,” terang Maryoto.
Meski demikian, dia masih berharap pengurangan dana tersebut tidak akan berlanjut dan Pemkab Tulungagung akan kembali mendapat tambahan DAU. “Nanti kan masih ada Perubahan APBD tahun 2022. Sekarang kan untuk awal tahun 2022,” imbuhnya.
Sedang Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, menanggapi penyerahan RAPBD Tulungagung tahun anggaran 2022 menyatakan DPRD Tulungagung akan mencermatinya dalam pembahasan Ranperda APBD tahun 2022 tersebut.
“Kami akan melakukan pengkajian dan pencermatan untuk Tulungagung yang lebih baik,” papar pria yang juga menjabat sebagai Bendahara DPC PDI Perjuangan Tulungagung ini. (atu/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










