Minggu
15 Maret 2026 | 2 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Buka Hanya 2 Jam, Warga Kecewa Layanan Puskesmas

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURESSURABAYA–Kalangan DPRD Surabaya meminta Pemerintah Kota menertibkan pelayanan kesehatan di puskemas. Pasalnya, kurun waktu terakhir, dewan kebanjiran keluhan warga terkait dengan buruknya pelayanan puskesmas.

Terbaru, dewan mendapat laporan Puskesmas Pembantu di Gunungsari tidak melayani masyarakat secara maksimal. “Saya dapat laporan, puskesmas pembantu di Gunungsari buka layanan jam 8 pagi, tapi jam 10 pagi sudah tutup,” kata Armuji, Jumat (5/12/2014).

Padahal, sambung dia, masih banyak warga butuh layanan kesehatan. “Masyarakat yang datang ke puskesmas itu akhirnya banyak yang kecele dan marah-marah karena tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Armuji mengaku tak habis pikir dengan kinerja petugas kesehatan itu. “Bagaimana kalau ada warga yang membutuhkan layanan darurat dan membutuhkan layanan cepat. Kemana saja mereka ini, saat jam dinas kok gak ada di tempat?” ucap legislator yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Tak hanya itu, Jumat siang, Armuji juga memergoki ada empat ambulans yang dipakai kepala Puskemas untuk ikut rapat koordinasi Badan Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS) dan layanan rujukan yang digelar Komisi D di ruang Banmus DPRD Surabaya. Keempat ambulans tersebut bernopol L 9010 PP, L 9011 TP, L 9016 RP, dan L 9010 RP.

Melihat itu, Armuji pun langsung menemui sopir ambulans. Salah satunya sopir ambulans Puskesmas Wiyung. Ternyata, sang sopir mengakui kalau ambulans tersebut dipakai tiap hari oleh kepala Puskesmas Wiyung untuk keperluan pribadi.

Kata Armuji, mobil ambulans tidak bileh dipakai untuk kegiatan selain layanan kesehatan. Ambulans harus standby di puskesmas. Ini agar sewaktu-waktu bisa digunakan jika ada warga sakit yang butuh pertolongan. “Ambulans ini khusus untuk mengantar pasien yang sakit. Kok malah dipakai untuk rapat,” ujar dia.

Dalam rapat di banmus, Ketua Komisi D Agustin Poliana juga menyampaikan keluhan dari warga. Salah satunya di Puskesmas Banyuurip yang warga menolak kartu BPJS warga. “Warga tersebut juga tidak diberi rujukan sampai akhirnya nyawanya tak tertolong. Ini kan sangat mengenaskan,” ungkap Agustin.

Agustin mengaku prihatin dengan masih banyak pemegang kartu BPJS yang tidak terlayani dengan baik. “Harus ada langkah cepat dari dinas kesehatan agar masalah ini tidak berlarut-larut,” tutupnya. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Pererat Solidaritas, DPC Bojonegoro Bagikan Takjil Serentak di 28 Kecamatan

BOJONEGORO — Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten ...
LEGISLATIF

Soroti SPPG Magetan, Diana Sasa: Jika Tak Berbenah, Saya Sidak Setelah Lebaran

MAGETAN – Anggota DPRD Jawa Timur Diana AV Sasa menyoroti operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di ...
KABAR CABANG

Konsolidasi Akbar, DPC Ngawi Buka Puasa Bersama Pengurus PAC hingga Ketua Ranting

NGAWI – Gedung Fatmawati, Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, dipenuhi kader banteng pada Jumat (13/3/2026). ...
KABAR CABANG

Kanang: Antusiasme Warga Bukti Kedekatan PDIP dengan Rakyat di Magetan

MAGETAN – Antusiasme masyarakat mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar keluarga besar PDI Perjuangan ...
KABAR CABANG

Jelang Azan Maghrib, Kader PDIP Kota Kediri Turun ke Jalan Bagikan Sembako

KEDIRI – Menjelang azan Maghrib berkumandang, suasana di depan kantor DPC PDI Perjuangan Kota Kediri di Jalan Teuku ...
SEMENTARA ITU...

Senyum Anak Yatim di Kediri Town Square, Mas Dhito Ajak Pilih Baju Lebaran Sendiri

KEDIRI – Senyum sumringah terlihat di wajah ratusan anak yatim saat memasuki pusat perbelanjaan Kediri Town Square, ...