Sabtu
31 Oktober 2026 | 10 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banteng-Banteng Magetan di Garis Depan Pelestarian Karawitan

pdip-jatim-magetan-111021-seni-budaya-magetan-a

MAGETAN – “Kami sudah kembali latihan,” kata Parmin, Penanggungjawab Kelompok Seni Karawitan Mulyo Budoyo kepada pdiperjuangan-jatim.com, Rabu (11/10/2021).

Sejak awal pandemi Covid-19 hingga beberapa waktu berjalan, kelompok beralamat di Desa Ngunut Kecamatan Kawedanan ini memilih meliburkan diri. Biasanya, aktivitas latihan dilaksanakan saban Minggu.

Berlatih kembali setelah sekian waktu rehat, Parmin mengungkapkan betapa girangnya para pengrawit yang tergabung dalam kelompok ini. Perasaan yang ia gambarkan serupa dengan awal pendirian kelompok ini pada 3 tahun lalu.

Ketika itu, kenang Parmin yang juga Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Magetan, ia menangkap kegelisahan dari sejumlah seniman akan masa depan kebudayaan nusantara, khususnya karawitan di antara gempuran budaya asing.

Pada bagian lain, sejumlah kader maupun anggota Partai yang memiliki kemampuan dalam menabuh berbagai gamelan mempunyai keinginan serupa untuk membentuk kelompok karawitan. Singkat cerita, Kelompok Seni Karawitan Mulyo Budoyo pun terbentuk kala itu.

Di kelompok ini, Parmin bukan satu-satunya kader Banteng. Sejumlah kader Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting juga menjadi pengrawit dalam kelompok ini. Berkepribadian di bidang kebudayaan sebagai falsafah Tri Sakti Bung Karno, menjadi spirit tersendiri bagi mereka menapaki garis depan usaha pelestarian karawitan.

“Karawitan Mulyo Budoyo ini sebagai upaya melestarikan kebudayaan Nusantara, khususnya budaya Jawa,” ujar Parmin, mantan anggota DPRD Magetan ini.   

Kebudayaan, kata dia, harus dilestarikan dengan segenap kekuatan dari seluruh komponen bangsa. Sebab, bukan tak mungkin kebudayaan Indonesia akan menghilang di antara berbagai “tawaran” budaya asing yang lalu lalang dalam dunia yang kini tak berjarak.

Berlatih karawitan, menurut Parmin sangat penting untuk melestarikan budaya. Karawitan merupakan warisan nenek moyang yang bernilai tinggi. Kerumitan pada cara memainkan berbagai gamelan pada karawitan, menjadi salah satu faktor penyebab tak semua orang mau belajar kesenian ini.

“Kita awali dengan perasaan senang, jadi saat latihan cepat bisa. Dengan belajar karawitan, keahlian juga bertambah. Serta muncul perasaan bangga telah ikut melestarikan kesenian tradisional. Nambah ilmu dan hiburan juga. Ini seni budaya kita yang harus dilestarikan,” tandas Parmin. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Pencipta Gim, Buka Peluang Ekonomi Digital

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ...