Rabu
09 September 2026 | 8 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banteng-Banteng Magetan di Garis Depan Pelestarian Karawitan

pdip-jatim-magetan-111021-seni-budaya-magetan-a

MAGETAN – “Kami sudah kembali latihan,” kata Parmin, Penanggungjawab Kelompok Seni Karawitan Mulyo Budoyo kepada pdiperjuangan-jatim.com, Rabu (11/10/2021).

Sejak awal pandemi Covid-19 hingga beberapa waktu berjalan, kelompok beralamat di Desa Ngunut Kecamatan Kawedanan ini memilih meliburkan diri. Biasanya, aktivitas latihan dilaksanakan saban Minggu.

Berlatih kembali setelah sekian waktu rehat, Parmin mengungkapkan betapa girangnya para pengrawit yang tergabung dalam kelompok ini. Perasaan yang ia gambarkan serupa dengan awal pendirian kelompok ini pada 3 tahun lalu.

Ketika itu, kenang Parmin yang juga Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Magetan, ia menangkap kegelisahan dari sejumlah seniman akan masa depan kebudayaan nusantara, khususnya karawitan di antara gempuran budaya asing.

Pada bagian lain, sejumlah kader maupun anggota Partai yang memiliki kemampuan dalam menabuh berbagai gamelan mempunyai keinginan serupa untuk membentuk kelompok karawitan. Singkat cerita, Kelompok Seni Karawitan Mulyo Budoyo pun terbentuk kala itu.

Di kelompok ini, Parmin bukan satu-satunya kader Banteng. Sejumlah kader Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting juga menjadi pengrawit dalam kelompok ini. Berkepribadian di bidang kebudayaan sebagai falsafah Tri Sakti Bung Karno, menjadi spirit tersendiri bagi mereka menapaki garis depan usaha pelestarian karawitan.

“Karawitan Mulyo Budoyo ini sebagai upaya melestarikan kebudayaan Nusantara, khususnya budaya Jawa,” ujar Parmin, mantan anggota DPRD Magetan ini.   

Kebudayaan, kata dia, harus dilestarikan dengan segenap kekuatan dari seluruh komponen bangsa. Sebab, bukan tak mungkin kebudayaan Indonesia akan menghilang di antara berbagai “tawaran” budaya asing yang lalu lalang dalam dunia yang kini tak berjarak.

Berlatih karawitan, menurut Parmin sangat penting untuk melestarikan budaya. Karawitan merupakan warisan nenek moyang yang bernilai tinggi. Kerumitan pada cara memainkan berbagai gamelan pada karawitan, menjadi salah satu faktor penyebab tak semua orang mau belajar kesenian ini.

“Kita awali dengan perasaan senang, jadi saat latihan cepat bisa. Dengan belajar karawitan, keahlian juga bertambah. Serta muncul perasaan bangga telah ikut melestarikan kesenian tradisional. Nambah ilmu dan hiburan juga. Ini seni budaya kita yang harus dilestarikan,” tandas Parmin. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Candra Soroti Tata Kelola Pupuk dan Serapan Tembakau di Jember

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Dinas Pertanian memperbaiki tata kelola pupuk ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun Langsung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Warga Tak Mampu

Bupati Trenggalek M. Nur Arifin turun langsung ke pelosok Desa Melis untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi ...
KRONIK

Budi Leksono Desak Direksi Baru PDAM Surabaya Pastikan Layanan Air Sesuai Standar

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono atau Buleks, meminta Perumda Air Minum ...
KRONIK

Atasi Krisis Air di Bojonegoro, Abidin Fikri Salurkan 262 Ribu Liter Air Bersih

BOJONEGORO — Krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus mendapat ...
LEGISLATIF

Untari Desak Audit DTSEN, Jangan Sampai Warga Miskin Tersisih karena Data

SURABAYA – Penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dinilai perlu diaudit dan dikoreksi ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Batu Serahkan Bantuan ke Posko Gabungan Karhutla Gunung Butak

BATU – DPC PDI Perjuangan Kota Batu menyerahkan bantuan logistik kepada posko gabungan penanganan kebakaran hutan ...