Kamis
16 Juli 2026 | 1 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peluang! Udang Vaname Kabupaten Probolinggo Tembus Pasar Luar Negeri

pdip-jatim-bupati-proobolinggo-100821-timbul-prihanjoko-a

KABUPATEN PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo melakukan inovasi budi daya udang Vaname secara sederhana dan murah agar bisa diterapkan dalam skala rumah tangga. Inovasi dilakukan mengingat terbukanya peluang pasar mancanegara akan kebutuhan udang bernama ilmiah Litopenaeus Vannamei tersebut.

Menurut Plt Bupati Timbul Prihanjoko, udang Vaname merupakan komoditas budidaya perikanan yang memberikan nilai ekonomi cukup tinggi dengan pangsa pasar luas dan segmen pasar yang fleksibel. Pada tahun 2020, ekspor udang Vaname dari Provinsi Jawa Timur hanya mampu memenuhi kebutuhan impor negara Amerika, Jepang dan Cina.

Kader PDI Perjuangan ini menjelaskan, mayoritas produksi udang Vaname dari Kabupaten Probolinggo dikirim untuk memenuhi kebutuhan ekspor di luar negeri. Dengan potensi ekonomi yang sangat besar, sehingga menjadi peluang usaha yang sangat menarik.

“Dan menjadi pengungkit peningkatan pendapatan pembudidaya kecil sebesar 50-300%,” kata Plt Bupati Timbul Prihanjoko, Jumat (8/10/2021).

Inovasi budidaya udang Vaname skala rumahan dipresentasikan Plt Bupati Timbul Prihanjoko secara daring, Kamis (7/10) dalam ajang Kompetisi Inovasi Layanan Publik (Kovablik) Provinsi Jatim 2021. Inovasi dimaksud bertajuk: BUMI KRAKSAN, singkatan dari Budidaya Udang vannaMeI Kolam bundaR menggunAKan raS di media Air laut buatAN.

Teknologi budidaya dirancang sederhana sehingga mudah diadopsi oleh masyarakat. Agar bisa diterapkan dalam skala rumah tangga dengan memanfaatkan lahan terbatas. Inovasi juga didesain agar bisa diterapkan oleh warga yang tinggal jauh dari pantai karena menggunakan air laut buatan.

“BUMI KRAKSAAN ini memiliki keunikan dan kebaharuan. Yaitu produktivitas 2-3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya sistem konvensional. Untuk biaya investasi dan operasional terjangkau sebesar Rp 20.750.000 untuk 2 unit kolam,” terang Plt Bupati Timbul.

Lebih lanjut Plt Bupati Timbul menambahkan, ada tiga prinsip inovasi yang dilakukan. Pertama menggunakan air laut buatan yaitu dengan mencampur 125 liter air tawar, 1 kilogram garam krosok dan 2 liter air bittern atau air sisa dalam pembuatan garam yang mengandung banyak mineral. (drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...