Kamis
29 Oktober 2026 | 1 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Akhirnya Surabaya Masuk Level 2

pdip-jatim-210905-eri-asrama-haji

SURABAYA – Kondisi Covid-19 Kota Surabaya akhirnya dinyatakan masuk level 2 pada Sabtu (4/9/2021). Tiga hari sebelumnya, pada Rabu (1/9/2021), Surabaya baru dinyatakan masuk level 3 atau zona kuning.

Juru bicara satgas Covid-19 Jatim Makhyan Jibril membenarkan hal itu. Jibril bersyukur ibu kota Jawa Timur itu masuk level 2. ”Berdasar data yang dirilis assessment situasi Kemenkes RI, Surabaya sudah masuk level 2,” ujar Makhyan Jibril ketika dikonfirmasi pada Sabtu (4/9/2021) malam.

Kondisi itu dipengaruhi beberapa hal. Salah satunya adalah positivity rate yang berada di bawah 5 persen.

”Alhamdulillah positivity rate rendah, 2,77 persen. Tracing ratio membaik, 18,69 persen,” jelas Makhyan Jibril, penerima beasiswa Chevening program health internship di King College University of London itu.

Turunnya level Covid-19 itu dibuktikan dengan turunnya tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR). Per hari ini (4/9), BOR di Surabaya 18, 16 persen.

”Untuk angka kematian karena Covid-19, hanya berkisar di angka 3,08 per 100 ribu penduduk tiap minggu,” terang Makhyan Jibril.

Capaian tersebut melebihi target Pemerintah Kota Surabaya. Sebelumnya, pada Sabtu (4/9/2021), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan kondisi Covid-19 di Surabaya masuk level 2 minggu depan, yakni pada Senin (13/9/2021).

”Minggu depan target level 2. Berusaha mati-matian untuk itu,” tegas Eri pada Sabtu (4/9/2021) ketika hadir di gerai vaksinasi masal yang diselenggarakan Kamar Dagang Industri (Kadin) Surabaya.

Bila kondisi Covid-19 Surabaya sudah diturunkan hingga level 2, menurut Eri, perekonomian bisa digerakkan lebih masif.

”Sehingga level 2 mulai bisa menggerakkan ekonomi. Kami akan mengundang semua untuk memberi masukan dan apa yang baru dilakukan. Kesempurnaan ini orang hebat di Surabaya. Pemkot hanya memfasilitasi. Kami tunjukkan ini kekuatan Surabaya,” beber Eri.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai zona hijau dalam waktu satu minggu adalah dengan mempercepat vaksinasi. Mantan Plt Kepala DKRTH itu mengklaim bahwa per hari, Surabaya bisa melakukan vaksinasi pada 65 ribu warga.

”Bisa 65 ribu warga karena ada dukungan forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah) dan Polrestabes Surabaya. Selain vaksinasi masal seperti ini, ada mobil vaksin keliling,” papar Eri. (jawapos)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dana Desa Dipangkas hingga 70%, Guntur Wahono Serap Keluhan Kades di Blitar

BLITAR – Pemangkasan Dana Desa (DD) hingga 70 persen menjadi keluhan utama kepala desa (kades) di Kabupaten Blitar. ...
EKSEKUTIF

Proyek Pengendalian Banjir Surabaya Ditargetkan Rampung Pertengahan November

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan sejumlah proyek penanganan genangan, termasuk pembangunan ...
KRONIK

Penguatan Pendidikan Karakter Anak, Ansari Dorong Sinergi Rumah dan Sekolah

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, pembentukan ...
LEGISLATIF

Dividen BUMD Bergantung pada Bank Jatim, Fuad Benardi Soroti Kinerja Direksi

SURABAYA – Kontribusi dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur yang masih didominasi Bank Jatim menjadi ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Targetkan Aktivasi Desa Kreatif di 157 Desa Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, Novita Hardini, menargetkan aktivasi desa kreatif ...
LEGISLATIF

Tekan Pengangguran, Amithya Dorong Pendataan Ketenagakerjaan Menyeluruh di Kota Malang

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang melalui Disnaker ...