SURABAYA – Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Kemayoran Baru Kasmijan tampak sumringah saat di acara temu warga Kemayoran Baru bersama Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Achmad Hidayat, di Jalan Jatiluhur Surabaya, Minggu (22/8/2021).
Menurutnya, sekitar 25 stand PKL di sepanjang Jalan Kemayoran Baru, omsetnya turun drastis saat pandemi Covid-19. Dia juga menyebut, pembatasan aktivitas perkantoran berdampak pada berkurangnya pelanggan PKL makanan tersebut.
“Alhamdulillah kehadiran bapak Achmad Hidayat dapat membantu PKL yang menjadi anggota paguyuban dengan pemberian modal,” kata Kasmijan.
Pada kesempatan tersebut, Achmad Hidayat mendorong agar PKL Kemayoran Baru dapat terus beradaptasi dan berinovasi di tengah pandemi. Misalnya, mulai menggunakan metode penjualan online.

“Ayo Pak, Buk, didaftarkan ke platform online, supaya bisa bersaing. Jangan lupa kemasan dan tampilannya harus menarik. Saya yakin masakan panjenengan enak, tinggal bisa berinovasi,” ujar Achmad.
Dia juga mendorong agar paguyuban PKL tersebut mengelola simpan pinjam antar anggota dengan baik dan transparan. Permodalan bergilir sehingga bisa memicu semangat pengembangan usaha.
“Sementara saya bantu modal untuk simpan pinjam bergilir, tapi harus dikelola transparan dan sungguh-sungguh. Nanti kita bantu koneksikan dengan badan usaha sehingga bisa lebih luas jangkauannya,” katanya.
Sebagai tambahan informasi, saat ini angka infeksi Covid-19 di Kota Pahlawan sudah melandai. Sehingga upaya-upaya pemulihan ekonomi didorong untuk dapat membangkitkan gairah sektor UMKM dan informal. Salah satunya eksistensi Pedagang Kaki Lima yang ada di kota Surabaya. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













