Selasa
21 Juli 2026 | 12 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gus Gondrong Ngawi: PDI Perjuangan Penyambung Lidah Umat dan Ummara

IMG-20210806-WA0017_copy_1200x676

NGAWI – Lahir dan besar di daerah yang sering disebut ‘Kandang Bantengnya Ngawi’, PDI Perjuangan sudah mendarah daging bagi Sugiono.

Pria yang kini menetap di Desa Babadan, kecamatan Paron ini punya nama beken. Dia sering disapa Gus Gondrong oleh teman sejawatnya. Maklum, pria ini memang berambut gondrong.

Sugiono lahir di Desa Semen, kecamatan Paron 39 tahun yang lalu. Desa Semen itu kampung halaman Wakil Bupati Ngawi, sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko. Bisa dikatakan, Sugiono dan Mas Antok tetangga satu desa.

“Saya lahir dan besar di Semen, secara otomatis sudah sangat mengenal Mas Antok,” kata Sugiono kepada pdiperjuangan-jatim.com, Jumat (6/8/2021).

Saat ini, Sugiono diamanahi sebagai Bendahara PAC Paron. Amanah itu dia peroleh usai Musancab beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Sugiono mengaku berproses di PDI Perjuangan mulai dari tingkat bawah.

“Awal-awal mula dulu jadi saksi untuk PDI Perjuangan saat pemilihan,” katanya.

Berpindah domisili di desa Babadan, Paron setelah menikah. Sugiono bertekad untuk mengembangkan sayap partai di kampung halaman pasangan hidupnya. Disebut Sugiono, sebelumnya di Babadan, PDI Perjuangan belum semasif sekarang.

“Sekitar tahun 2003-2004, mulai jadi pengurus anak ranting, kemudian jadi pengurus ranting partai, sampai kemudian jadi Bendahara PAC Paron,” katanya.

Sugiono diketahui juga seorang Nahdliyin, sebutan bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) yang ormas Islam terbesar di Indonesia. Khusus ini, Sugiono saat ini juga mengemban amanah sebagai bendahara MDS Rijalul Ansor Cabang Ngawi.

Soal dirinya yang kader Banteng dan pengurus salah satu organisasi dibawah naungan NU, Sugiono menyebut hal itu berdampak signifikan dengan semakin banyaknya Nahdliyin di Ngawi untuk menyuarakan aspirasi melalui PDI Perjuangan.

Alhamdulillah, paling tidak kita bisa menarik warga NU, yang mulanya malu-malu, karena ada temannya akhirnya bisa masuk secara politis. Dan itu diakui juga oleh Mas Antok,” ujarnya.

Bagi Sugiono yang Nahdliyin, PDI Perjuangan laiknya penyambung lidah rakyat. Terlebih, Mas Antok juga diketahui sebagai warga NU yang taat. “Artinya ada penyambung lidah, antara umat dan ummara,” ujarnya.

Selain aktif sebagai kader PDI Perjuangan dan di organisasi kemasyarakatan, Sugiono juga berkiprah di ranah konstruksi. Dia memiliki CV yang bergerak khusus di bidang membangun sarana prasarana. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp154,7 Miliar, Minta Pemkot Madiun Benahi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan catatan strategis, ...
HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Targetkan Musran 22 Kecamatan Rampung Sebelum 17 Agustus

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menargetkan Musyawarah Ranting di 22 kecamatan rampung sebelum 17 Agustus 2026 ...
KRONIK

Mobil Legends, Nobar Piala Dunia, dan Ekonomi Kreatif Anak Muda Ponorogo

PONOROGO – Antusiasme anak muda mewarnai turnamen Mobile Legends yang digelar di kafe WOW KWB Ponorogo, Minggu ...