Minggu
05 Juli 2026 | 1 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ipuk Cairkan Rp 13,8 Miliar Insentif, Nakes: Ini Penyemangat Kami untuk Tidak Menyerah

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-01082021

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Kembali mencarikan insentif untuk para tenaga kesehatan (nakes), Jumat (30/7/2021). Kali ini Pemkab Banyuwangi mencairkan Rp 13,8 miliar untuk tenaga kesehatan yang berasal dari dana APBD 2021.

Insentif tersebut ditujukan bagi 906 tenaga kesehatan, mulai dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya seperti ahli teknologi laboratorium medik, nutrisionis, sanitarian, terapis gigi dan mulut (perawat gigi), apoteker, psikolog, dan lainnya.

“Insentif tenaga kesehatan ini adalah anggaran daerah (APBD). Mohon maaf agak terlambat, karena memang prosedurnya terus menyesuaikan aturan dari pusat. Alhamdulillah, hari ini insentif sudah bisa dicairkan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyerahkan insentif di Puskesmas Singotrunan.

Bupati dari DPI Perjuangan itu mengatakan, insentif ini tentu tidak sebanding dengan dedikasi dan pengorbanan para tenaga kesehatan dalam penanganan pandemi.

“Dedikasi dan pengorbanan Bapak/Ibu semua tidak akan bisa dinilai dengan uang. Insentif ini adalah dukungan dari pemerintah, Insya Allah kami terus berupaya memberikan terbaik yang pemkab mampu,” jelas Ipuk.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Widji Lestariono, menjelaskan, insentif nakes ini diberikan kepada tenaga kesehatan yang bekerja menangani covid-19 di RSUD Blambangan, RSUD Genteng, Laboratorium kesehatan daerah (labkesda), dan 45 puskesmas.

“Totalnya Rp 13,8 miliar,” kata Rio, panggilan akrab dr. Widji Lestariono. 

Rio merinci, untuk dokter spesialis di RSUD mendapat insentif sekitar Rp 15 juta per bulan, dokter umum sekitar Rp 10 juta/bulan, perawat/bidan Rp 7,5 juta/bulan. Untuk nakes di puskesmas sekitar Rp 5 juta perbulan.

“Itu angka optimal yang didapat, insentif diberikan menyesuaikan kasus yang mereka tangani,” kata Rio.

Salah seorang perawat penerima insentif, Yudo Budi Haryono mengaku senang akhirnya bisa menerima insentif.

“Terus terang bahagia, ini bisa menjadi salah satu penyemangat bagi kami untuk tidak menyerah menangani. Insentif sebenarnya bukan alasan satu-satunya bagi kami untuk bekerja, sebagai nakes kami memang terpanggil untuk terus melakukakan penanganan kesehatan. Kami merasa terharu, bahwa pengabdian diapresiasi pemerintah, salah satunya dalam bentuk insentif ini,” kata Yudo. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kebudayaan Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di Lumajang

LUMAJANG — Kemajuan suatu daerah tidak melulu diukur dari masifnya pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. ...
KRONIK

Siap Gelar Musran, Lukman Hakim: Kita Siapkan Gen Z untuk Jadi Pelopor

BANGKALAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan menggelar menggelar rapat koordinasi ...
KRONIK

Percepat Penanganan Air Bersih Warga, Bupati Fauzi Tetapkan Status Siaga Musim Kemarau

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan status siaga bencana kekeringan menyusul banyaknya ...
KRONIK

Bulan Bung Karno, Dhea Sartika PDIP Gelar Doa Bersama dan Bagikan Alat Pertanian

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi, Dhea Sartika menggelar peringatan Bulan Bung Karno ...
EKSEKUTIF

Bupati Rijanto: Kompetisi Tenis Usia Dini Jadi Fondasi Pembinaan Atlet Berprestasi

Bupati Blitar Rijanto menegaskan kompetisi tenis usia dini menjadi fondasi pembinaan atlet berprestasi saat membuka ...
KRONIK

Ketika Tokoh-tokoh Senior Partai di Bojonegoro Berkumpul, Bercerita Pergerakan Sejak Era PDI

​BOJONEGORO – Guna memperkokoh barisan dan menjaga kesinambungan sejarah perjuangan partai, jajaran kader, tokoh, ...