Rabu
16 September 2026 | 7 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kenang Kudatuli, Diana Sasa Sambangi Saksi Hidup Peristiwa

pdip-jatim-dprd-jatim-270721-diana-sasa

MAGETAN – Anggota DPRD Jatim Diana Amaliyah Verawatiningsih, Selasa (27/7/2021), menyambangi Subakat, 53 tahun, mantan anggota Satuan Tugas (satgas) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Jakarta Selatan yang menjadi saksi hidup peristiwa kerusuhan dua puluh tujuh Juli (kudatuli) 1996.

Bakat, panggilan akrab Subakat kini tinggal menetap di Desa Bulukerto, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan.

Kedatangan Diana Sasa, demikian Diana Amaliyah Verawatiningsih biasa disapa, adalah untuk bersilaturahmi senyampang hari ini adalah tanggal dimana peristiwa tersebut terjadi  25 tahun silam.

“Kebetulan ini 27 Juli, saya ingin ngangsuh kaweruh (menimba pengetahuan) tentang sejarah penting berdirinya partai tempat saya bernaung kepada pelakunya langsung. Kebetulan Pak Bakat ini tetangga saya,” ungkap Sasa.

Pada peristiwa Kudatuli itu, Bakat yang menjadi Satgas mengaku merasa terpanggil untuk turun langsung mengamankan kantor DPP PDI di Jl Diponegoro pasca peristiwa Kongres Medan yang memenangkan Soerjadi sebagai Ketua Umum.

“Awalnya saya ikut karena saya satgas PDI Jakarta Selatan, lalu ketika teman-teman daerah datang dan membentuk posko-posko, saya bergabung dengan kawan-kawan Jawa Timur,” kisah Bakat sambil mengenang peristiwa Sabtu kelabu itu.

Saat itu Bakat sebenarnya bekerja sebagai karyawan perusahaam swasta yang cukup bagus. Tetapi karena merasa terpanggil untuk membela putri Bung Karno, ia memilih meninggalkan pekerjaannya dan turun langsung ke lapangan mengamankan kantor DPP PDI.

“Yang saya pikir saat itu hanya, bahwa Soeharto harus dilawan. Dan saya seorang Soekarnois. Maka saya nekat saja,” tegas Bakat.

Kenekatan Bakat itu berbuah hilangnya empat gigi depannya karena terkena lemparan batu kala kerusuhan terjadi. Pun begitu Bakat mengaku tidak menuntut apa-apa, sekali pun kini bendera banteng tengah berkuasa.

“Sudah 25 tahun, Mbak. Saya tidak mengharap apa-apa. Semua saya lakukan iklhas. Ya untuk keluarga Bung Karno, ya untuk Partai, untuk bangsa, sudah iklhas saya,” ujar Bakat lagi.

Bagi Sasa, dengan mengunjungi pelaku sejarah begini, dia bisa mengingatkan lagi dirinya sendiri agar tidak lupa pada massa rakyat.

“Saya merasa bersalah ketika partai kami berkuasa, kemudian saya juga menjadi wakil rakyat, kok ada orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk Partai yang belum mendapat perhatian layak. Belum lagi soal kepastian kasus hukum kasusnya yang hingga kini masih belum mendapatkan keadilan. Kunjungan saya ini semacam “menebus rasa bersalah”. Kader seperti Pak Bakat jarang ada yang mengetahui keberadaan dan pengalamannya. Saya ingin menyambung silaturahmi yang terputus itu,” urai Sasa.

Dalam kunjungan singkat itu Sasa memberikan tali asih dan menawarkan program pemberdayaan untuk Pengurus Ranting dimana Pak Bakat turut menjadi pengurus. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mengurai Ruwet Distribusi Pupuk Subsidi di Magetan, dari Kendala NIK Petani hingga Jumlah Poktan

MAGETAN – Persoalan masih saja membelit di seputar pupuk bersubsidi. Meski pemerintah dan produsen menyatakan stok ...
KRONIK

KPU Kabupaten Pasuruan Kaji Penataan Dapil Pemilu 2029, DPC PDIP Sampaikan Pertimbangan Beban Anggaran

KABUPATEN ‎PASURUAN – KPU Kabupaten Pasuruan, secara internal mulai mengkaji penataan daerah pemilihan (dapil) ...
KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...