Jumat
25 September 2026 | 9 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi DPRD Lamongan Tidak Terima Bantuan Pangan Non Tunai Diberikan Secara Ecer

pdip-jatim-dprd-lamongan-15072021-abdul-shomad

LAMONGAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan menyesalkan pencairan bantuan pangan non tunai (BPNT) selama 3 bulan yang harusnya dicairkan sekaligus, faktanya diecer.

Di Lamongan, pendistribusian BPNT baru satu kali, yakni peruntukan bulan Juli. Sedangkan bantuan untuk bulan Agustus dan September yang mestinya disertakan dalam pencairan di Bulan Juli, tidak terjadi.

Mengetahui itu, Ketua Komisi D DPRD Lamongan Abdul Shomad menyayangkan penundaan pencairan BPNT untuk sisa bantuan selama 2 bulan.

“Apapun alasan penundaan, itu sangat tidak dibenarkan. Kuat dugaan dengan adanya penundaan tersebut bisa menciptakan peluang besar mengeruk keuntungan dengan melakukan “money laundry”, pencucian uang untuk kepentingan segelintir kelompok,” kata wakil rakyat dari PDI Perjuangan tersebut, Selasa (27/2/2021).

Diungkapkan Shomad, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) atas BPNT sebanyak 85 ribu. Sedangkan per keluarga mendapat bantuan Rp 200 ribu. Sementara bantuan tertahan selama dua bulan.

“Berapa itu uang yang tertahan? Kalau benar dugaan kita uang itu tertahan di bank harus jelas atas nama siapa, dan siapa yang menikmati keuntungan dari bunga deposito di bank tersebut,” tandas

Soal pencairan BPNT Secara bertahap ini, Shomad mengaku pihaknya akan mendorong aparat penegak uukum untuk mengusut hal tersebut. “Karena sungguh sangat tidak manusiawi, hak orang kurang mampu malah cenderung dimanfaatkan oleh segelintir orang,” tandasnya.

Pemberian bantuan secara bertahap, lanjut Shomad, juga telah diungkap Menteri Sosial Tri Rismaharini saat melakukan kunjungan ke Tuban beberapa waktu lalu.

Senada dengan Abd Shomad, rekan sejawatnya di Komisi D, Ratna Mutia Marhaeni yang juga menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan pun berang. “Tindakan tersebut sangat tidak bisa ditolerir. Kenapa saya bilang begitu, sekali lagi itu hak rakyat kecil jangan dibuat main main,” katanya.

Apalagi, kata Ratna, pemerintah pusat telah berjuang untuk kepentingan rakyat kecil ditengah pandemi. Lantaran itu, Ratna menyatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan berkomunikasi dengan seluruh anggota Komisi D untuk segera memanggil pihak terkait dan memintai pertanggungjawaban seputar penyaluran bantuan tersebut. (ak/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...