Senin
02 November 2026 | 8 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mengenang 25 Tahun Peristiwa Berdarah “Kudatuli”

pdip-jatim-kuda-tuli-a

JAKARTA, KOMPAS TV – Selasa (27/7/2021), tepat 25 tahun yang lalu terjadi peristiwa berdarah yang akan selalu dikenang oleh kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Pagi-pagi buta, 27 Juli 1996, Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat diserang oleh massa yang diduga pendukung Soerjadi, Ketua Umum PDI versi Kongres Medan. 

Di balik kejadian bentrokan itu,   nama Sutiyoso disebut-sebut bertanggungjawab sebab posisinya sebagai  sebagai  Pangdam Jaya berpangkat Mayor Jenderal. 

Meski demikian, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku bahwa dirinya tetap memiliki hubungan baik dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hingga saat ini. 

“Bu Mega yang calonkan saya jadi Gubernur DKI,” kata Sutiyoso seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (27/7/2021).

“Komnas HAM diharapkan punya keberanian untuk mengungkap persoalan ini. Tak cukup tabur bunga tiap tahun. Yang tak efektif untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Ria dalam diskusi Forum Jas Merah bertema “Huru-Hara di Penghujung ORBA: Refleksi Peristiwa 27 Juli 1996”, dikutip dari Kompas.com.

Ria menilai, ada upaya penggiringan fakta bahwa dalang peristiwa tersebut adalah Partai Rakyat Demokratik (PRD). Penggiringan fakta tersebut tak lain bertujuan memberangus PDI Perjuangan. 

Selain itu, Ria mengatakan ada upaya pemberian cap bahwa PDI Perjuangan merupakan partai komunis. 

“Menanglah dengan cara tidak mengadu domba rakyat. Menanglah dengan cara sehat dengan menjaga persatuan Indonesia. Salah tempat bermain dengan isu-isu itu.”

Sementara itu, pada 2016, Ketua Komnas HAM M Imdadun Rahmat menilai terjadi enam bentuk pelanggaran HAM dalam peristiwa kudatuli, yaitu pelanggaran asas kebebasan berkumpul dan berserikat, pelanggaran asas kebebasan dari rasa takut, pelanggaran asas kebebasan dari perlakuan keji dan tidak manusiawi, dan pelanggaran perlindungan terhadap jiwa manusia, juga pelanggaran asas perlindungan atas harta benda.
 
Ia menyebut, dalam menuntaskan kasus pelanggaran HAM itu, bukanlah perkara mudah. Butuh dukungan politik dari semua pihak agar prosesnya tak terhambat seperti yang terjadi saat ini. 

“Semua upaya penuntasan pelanggaran HAM perlu dukungan politik kuat, termasuk penyelesaian peristiwa kudatuli. Tanpa itu, Komnas HAM akan alami kesulitan dalam menuntaskannya,’ kata M Imdadun Rahmat seperti dilansir dari laman komnasham.go.id.

Tak hanya “kudatuli”, penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat lainnya juga sangat penting. Untuk itu, dukungan politik dari the ruling party juga penting adanya. Dorongan politik kepada pihak-pihak yang berwenang menjadi sangat berarti di tengah mandeknya proses hukum hasil penyelidikan pelanggaran HAM yang berat di masa lalu.
 
“Dorongan tersebut bisa berbentuk seruan kepada Kejaksaan Agung untuk lebih serius tindaklanjuti hasil penyelidikan dengan meningkatkannya ke tahap penyidikan,” ujar Imdadun. (**)

Sumber: Kompas.com

https://www.kompas.tv/article/196227/mengenang-25-tahun-peristiwa-berdarah-kudatuli?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...