Selasa
20 Oktober 2026 | 5 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Ponorogo Kecam Ketua DPRD Ponorogo “Bolos” Rapat Paripurna

pdip-jatim-bambang-logos

PONOROGO – Rapat paripurna RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) DPRD Ponorogo, Rabu (30/6/2021) menuai kekecewaan dari banyak pihak. Pasalnya, Ketua DPRD Ponorogo bolos dalam rapat tersebut. Tak hanya ketua saja, Wakil Ketua DPRD dan sejumlah anggota DPRD Ponorogo juga tak hadir. Dari 45 anggota DPRD hanya 28 yang hadir.

Hal itu mendapat kecaman dari Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo, Bambang Juwono . Menurutnya, aksi bolos paripurna yang dilakukan mereka sangat merugikan masyarakat Ponorogo.

“Apa jadinya Ponorogo kalau tidak ada RPJMD. Selama lima tahun tidak akan ada pembangunan di Ponorogo. Mereka ini wakil rakyat dan dipilih rakyat. Namun kepentingan rakyat justru mereka abaikan,” ujar Logos, sapaan akrabnya, Kamis (1/7/2021).

Padahal saat paripurna berlangsung, Ketua DPRD Ponorogo justru terpantau berkumpul di salah satu hotel di Ponorogo dalam sebuah acara.

“Sepertinya menyepelekan agenda penting yang menyangkut hajat hidup dan kepentingan masyarakat Ponorogo. Biar masyarakat menilai sendiri mana yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat dan mana yang tidak,” papar Logos.

Kekecewaan juga ditumpahkan Agung Priyanto, legislator Banteng yang hadir dalam paripurna tersebut.

“Sangat tidak elok seorang pimpinan DPRD yang notabene mengundang paripurna justru tak hadir. Padahal ini agenda penting menyangkut pembangunan Kabupaten Ponorogo lima tahun ke depan. Dan semua tahapan RPJMD sudah dilaksanakan. Tinggal paripurna saja sebenarnya,” kata Agung.

Evi Dwitasari, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo yang juga hadir dalam rapat tersebut, juga menyoroti hal ini. Menurutnya, sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 188.342180OtDA tanggal 21 April 2020, Paripurna bisa dilaksanakan secara daring.

“Kabupaten lain di Indonesia sudah melaksanakan SE tersebut. Namun Ponorogo kok tidak bisa. Ini yang menjadi pertanyaan, kenapa ketua DPRD tak mau melaksanakan Paripurna secara daring,” ujar Evi.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu juga mengungkapkan keheranannya, Ponorogo masuk zona merah penyebaran virus Covid-19. Namun DPRD Ponorogo justru melaksanakan Paripurna secara berkumpul.

“Pembahasan perubahan tatib akan membuang waktu dan energi. Dilakukan secara daring kan lebih efisien dan sah juga,” imbuh Evi.

Karena tak hadirnya Ketua DPRD dan beberapa anggota, Rapat Paripurna ditunda pada 5 Juli mendatang. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...