Rabu
03 Juni 2026 | 11 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua Banteng Bangkalan: Syaikhona Kholil Sangat Layak sebagai Pahlawan Nasional

pdip-jatim-Syaikhona-Kholil-240421

BANGKALAN – Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan, H Fatkurrahman menegaskan, Syaikhona Kholil Bangkalan sangat layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Hal itu tidak terlepas dari peran dan sumbangsih pemikiran Syaichona Kholil terhadap dinamika nasional.

Penegasan itu dia sampaikan menyikapi pertemuan antara Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Dalam pertemuan pada Rabu (21/4/2021), Bupati Bangkalan menyerahkan berkas pengajuan gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Kholil Bangkalan ke pemerintah pusat.

“Kita dukung seratus persen. Bagaimana pun, tanpa gelar pahlawan pun, Syaikhona Kholil sangat kami hormati. Tanpa gelar pun, beliau sudah pahlawan bagi kami,” tandas Fatkurrahman, Jumat (24/4/2021), saat di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur seusai mengikuti rapat koordinasi persiapan musyawarah anak cabang (musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Bangkalan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan ini lantas mengingatkan peran Syaichona Kholil Bangkalan dalam mendidik tokoh-tokoh bangsa.

Seperti KH. Hasyim Asy’ari pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama (organisasi terbesar di Indonesia), Kiai Abdul Wahab Hasbullah (Jombang), Kiai Bisri Syansuri (Jombang), Kiai Abdul Manaf (Lirboyo-Kediri), Kiai Maksum (Lasem), Kiai Munawir (Krapyak-Yogyakarta), Kiai Bisri Mustofa (Rembang Jateng), Kiai Nawawi (Sidogiri), Kiai Ahmad Shiddiq (Jember), Kiai As’ad Syamsul Arifin (Situbondo) dan lainnya.

“Karena itu, sudah sepantasnya Syaikhona Kholil mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Beliau telah melahirkan tokoh-tokoh bangsa ini. Kita pun tahu peran beliau atas lahirnya organisasi NU, yang kini memainkan peran penting dalam perjalanan negara-bangsa ini,” jelasnya.

Dia kembali mengingatkan, bahwa tanpa gelar pahlawan pun, Syaichona Kholil Bangkalan sudah menjadi pahlawan di hati masyarakat Madura dan seluruh Nusantara.

“Jika gelar pahlawan itu diberikan pada masa Pak Jokowi ini akan menjadi keputusan yang penting. Akan menjadi catatan sejarah, Pak Jokowi benar-benar memperhatikan kaum santri. Benar-benar menghargai peran dan jasa-jasa kaum santri dalam perjalanan bangsa ini meraih kemerdekaannya,” tegas Fatkurrahman.  

Perlu diketahui, Syaikhona Kholil lahir di Bangkalan 25 Mei 1835 dan wafat 23 April 1925 di Pesarean Mertajasah, Bangkalan. Peran besar Syaikhona Kholil Bangkalan merintis dan melestarikan pesantren, bukti konkret keterlibatannya menyebarkan ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah di Nusantara.

Dia juga menjadi promotor gerakan masyarakat Madura dan Jawa Timur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, hingga terbentuknya organisasi keagamaan yang besar, yaitu Nahdlatul Ulama (NU). (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...
KRONIK

DPD PDI Perjuangan Jatim akan Tutup Musancab dengan Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengisi rangkaian peringatan “Bulan Bung Karno” dengan aksi penanaman ...
SEMENTARA ITU...

Dari Istana Gebang hingga Makam Bung Karno, Pelajaran yang Tak Ditemukan di Buku

Puluhan siswa SD Bangle 02 Blitar mengikuti outing class sejarah ke Istana Gebang, Perpustakaan Bung Karno, dan ...