Minggu
08 November 2026 | 8 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PCNU Ngawi Bolehkan Vaksinasi Saat Ramadhan, Kusnadi: Bisa Jadi Referensi MUI Jatim

pdip-jatim-vaksinasi-pcnu-ngawi-1

NGAWI – Ketua PC NU Kabupaten Ngawi, KH. Ahmad Ulinnuha Rozy menegaskan vaksinasi siang hari saat bulan Ramadhan tidak membatalkan puasa. 

Penegasan ini disampaikan agar masyarakat bisa segera mendapatkan vaksin dan menyetop penyebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten Ngawi

“Perlu kami tegaskan bahwa, vaksinasi di siang hari itu kami pastikan tidak mengganggu dan tidak membatalkan puasa,” terang Kiai Ahmad Ulinnuha Rozy di sela acara vaksinasi untuk kiai dan pengurus PCNU Ngawi di kantor PCNU Ngawi, Rabu (31/3/2021)

Dia juga minta pemerintah tetap melaksanakan vaksinasi meski saat bulan Ramadhan berlangsung, mengingat sebagian besar masyarakat sudah menanti kapan mereka akan menerima vaksin

“Jadi kami tetap memohon agar vaksinasi, walaupun di bulan Ramadhan, tetap berjalan agar program vaksinasi ini bisa segera tersalurkan kepada masyarakat sebanyak mungkin,” harapnya.

“Justru saat-saat ini masyarakat umum sudah menunggu kapan divaksin, dan inilah momen yang sangat tepat bagi pemerintah untuk segera mempersiapkan vaksinasi ini ke bawah secara bertahap dengan skala prioritas yang sudah disusun,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jatim Kusnadi yang melihat jalannya vaksinasi 52 kiai dan pengurus PCNU Ngawi menyambut baik statemen yang disampaikan Ketua PCNU.

Menurutnya ini merupakan langkah yang sangat baik dan bisa memperlancar jalannya proses vaksinasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Sebagai pimpinan DPRD Provinsi Jatim kami tentu menyambut baik fatwa yang disampaikan Ketua PCNU Ngawi. Dengan adanya fatwa ini bisa memperlancar proses distribusi vaksin untuk masyarakat Jawa Timur,” kata Kusnadi.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini hadir didampingi Bupati dan Wakil Bupati Ngawi.

Dia mengungkapkan masih menunggu fatwa MUI Jatim. Fatwa yang dikeluarkan PCNU Ngawi ini, sebutnya, bisa jadi salah satu referensi bagi MUI Jatim dalam memutuskan fatwa.

“Fatwa PCNU Ngawi ini akan jadi referensi bagi MUI Jatim untuk mengkaji boleh dan tidaknya. Tapi saya berharap agar proses vaksinasi ini bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun,” tutup Kusnadi. (rul)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Novita Hardini: Soekarno Run Jadi Bukti Komitmen PDI Perjuangan Jalankan Arahan Ibu Megawati

BLITAR — Penyelenggaraan Soekarno Run menjadi salah satu wujud komitmen PDI Perjuangan dalam menjalankan arahan ...
KRONIK

Angkat Motif Sabuk Mangir Latar Ukel, BBF Perkuat Pelestarian dan Industri Batik Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong pelestarian batik lokal sekaligus memperkuat ...
KRONIK

Dari Raquel 52 Tahun hingga Farles 17 Tahun, Soekarno Run Blitar Satukan Semangat Lintas Generasi

BLITAR — Usia bukan penghalang untuk terus berlari. Bagi Raquel Pirera Sajana, 52 tahun, setiap perlombaan adalah ...
LEGISLATIF

Dua SK LP2B Pernah Bernomor Sama, DPRD Jember Pertanyakan Dokumen Terbaru

JEMBER – Perubahan data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember kembali dipersoalkan DPRD. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Dorong Dukungan untuk Ormas Keagamaan, Muslimat NU Perkuat Pendidikan Perempuan

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri, Yuzar Rasyid, mendorong pemerintah meningkatkan dukungan terhadap organisasi ...
KRONIK

Soekarno Run Blitar Tembus 5.000 Pelari, Hotel Penuh dan UMKM Ikut Bergerak

BLITAR — Soekarno Run Blitar 2026 melampaui target awal 4.200 peserta. Antusiasme masyarakat membuat jumlah pelari ...