Senin
20 Juli 2026 | 9 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banteng Jember Kawal Bupati-Wabup Terpilih di Luar Pemerintahan

pdip-jatim-dpc-jember-100221-1

JEMBER – PDI Perjuangan siap jadi oposisi pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Jember periode 2021-2024, Hendy Siswanto-M Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun) yang bakal dilantik 17 Februari 2021 depan.

“Kami akan berada di luar pemerintahan untuk mengawal dengan kritik konstruktif, bukan menjadi oposisi penghambat program yang baik untuk rakyat,” tegas Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Widarto dalam konferensi pers di kantor DPC Jember, Rabu (10/2/2021).

Sikap untuk selalu kritis terhadap pemerintahan Hendy-Gus Firjaun tersebut, jelas Widarto, tidak berkaitan dengan kekalahan pasangan Abdus Salam-Ifan Ariadna yang diusung Partainya dalam Pilkada 2020.

“Kami ucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Jember terpilih. Semoga dapat menjalankan visi, misi, dan program yang dijanjikan saat kampanye,” ucapnya.

Dalam masa konsolidasi demokrasi, lanjut dia, PDI Perjuangan sebagai partai politik tetap dan terus akan berkhidmat untuk kepentingan rakyat.

Menurutnya, partai politik menjadi sangat penting bukan hanya untuk membentuk pemerintahan, tapi juga membangun daya kritis rakyat yang efektif di luar pemerintahan.

“Kami punya pengalaman sebagai partai di luar pemerintahan di tingkat nasional pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode 2004-2014 dan akan menjadi spirit serta pengalaman dalam menjalankan posisi yang sama di Jember,” terang Widarto.

Partainya, termasuk Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember akan bekerja dalam mekanisme checks and balances, namun tetap mendukung kebijakan Bupati-Wabup Jember periode 2021-2024 jika berpihak kepada rakyat.

“Kami akan berada di paling depan menentang melalui mekanisme peraturan dan perundang-undangan jika kebijakan yang diambil merugikan rakyat nantinya,” tandas Widarto.

Dia menilai persoalan birokrasi, APBD, infrastruktur, pertanian, pendidikan, kesehatan, pengelolaan sumber daya alam, kesejahteraan sosial, pelayanan publik, dan tata ruang memerlukan daya kritis dari partai politik dan DPRD untuk menempatkan kepentingan rakyat pada posisi paling utama dibandingkan kepentingan kelompok, apalagi pribadi.

“Banyaknya persoalan di Jember saat ini memerlukan penanganan secara tepat, baik menyangkut ketepatan data, analisa yang tepat, maupun kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil, sehingga perlu partai politik yang kritis dan konstruktif,” katanya.

Meski berada di luar pemerintahan, imbuh Widarto, PDI Perjuangan tetap berkomitmen siap turun tangan menyelesaikan berbagai persoalan rakyat dan akan hadir sebagai bagian dari solusi bukan bagian dari masalah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Nobar Final Piala Dunia, Bupati Bangkalan Berbaur dengan Masyarakat

BANGKALAN – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai Pendopo Agung Bangkalan saat ratusan masyarakat dari ...
RUANG MERAH

Tak Ada Tarian Tango di Grahadi

Oleh Diana Sasa* RENCANA saya sederhana: nobar di warkop. Di Magetan. Bareng warga. Gagal. Senin pagi ini ada ...
SEMENTARA ITU...

Novita Hardini: Nobar Final Piala Dunia 2026 Jadi Penggerak UMKM Trenggalek

Novita Hardini menilai nobar final Piala Dunia 2026 di Pasar Pon Trenggalek tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, ...
KRONIK

Diana Sasa Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026, Prediksi Tekuk Spanyol 2-1

Diana Sasa memprediksi Argentina mengalahkan Spanyol 2-1 pada final Piala Dunia 2026. Menurutnya, pengalaman dan ...
LEGISLATIF

Suyatno Sosialisasi Perda Desa Wisata, Dorong Karang Taruna Panekan Optimalkan Potensi Daerah

MAGETAN – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan, Suyatno, menggelar ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Pemkab Kedepankan Pembinaan Pelaku Usaha Mikro Ketimbang Sanksi

Anggota DPRD Jember Suharto meminta Pemkab Jember mengedepankan pembinaan kepada pelaku usaha mikro dibanding ...