Sabtu
17 Oktober 2026 | 4 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kusnadi: Vaksinasi Bukti Tanggung Jawab Pemerintah pada Rakyat

pdip-jatim-kusnadi-150121-1

SURABAYA – Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi mengatakan, vaksinasi terkait pandemi Covid-19 adalah wujud tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya.

Pasalnya, pandemi yang merebak sejak awal Maret 2020 itu memberikan dampak cukup berat bagi sendi kehidupan masyarakat, khususnya ekonomi.

Hal itu disampaikan Kusnadi, di sela mengikuti acara vaksinasi di gedung negara Grahadi, Kamis (14/1/2021). Vaksinasi diikuti jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat ini sebagai awal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Jatim. 

Baca juga: Jokowi Divaksin Pertama, Untari: Agar Rakyat Tak Khawatir

Menurutnya, para pimpinan semua lini di Jatim, DPRD, Wakil Gubernur, Kepolisian, TNI, tokoh masyarakat dan ormas merupakan wujud tanggung jawab kepada masyarakat untuk menjadi penerima vaksin pertama dalam pencegahan Covid-19.

“Bila nanti ada hal hal negatif dari vaksin ini seperti yang ramai dibicarakan di medsos, biar kami selaku pemimpin di Jatim yang akan menerima dampak negatif itu. Jangan rakyat Jatim,” kata Kusnadi.

Namun, pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini yakin, berdasarkan data yang ada, vaksin yang diluncurkan pemerintah pusat ini akan memberikan dampak positif bagi pencegahan covid. 

Apalagi, lanjut dia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan kebijakan dengan menerapkan Emergency Use Authorization (EUA) atau persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat untuk Vaksin Covid-19.

“Informasi yang kami terima itu bahwa tingkat kemampuan vaksin sampai 91 persen lebih dan mampu sampai menurunkan angka terjangkit Covid-19 itu sampai 65 persen lebih. Ini harapan baru bagi masyarakat,” ulas dia.

“Sebagai umat manusia kita tetap wajib Ikhtiar. Dan ini adalah juga wujud Ikhtiar kita dalam melawan pandemi yang terjadi saat ini,” tuturnya.

Pihaknya pun menyarankan kepada masyarakat untuk tidak takut divaksin bila nanti waktunya tiba untuk masyarakat. “Jangan khawatir, ini upaya pemerintah agar kita bisa lolos dari Covid-19. Sekali lagi saya tegaskan pemerintah tidak akan mengorbankan rakyatnya,” pungkas Kusnadi.

Sementara itu, meski vaksinasi Covid-19 telah dimulai, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur, Sutrisno, minta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan 3 M secara ketat, sampai pandemi ini berakhir.

“Tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, Jadi jangan beranggapan setelah vaksin kita bebas, tidak. Vaksin semuanya, kita mempunyai kekebalan. Vaksin yang aman, kita semua semangat untuk melakukannya, Tapi ingat seluruh masyarakat tetap menjaga 3 M sebagai suatu kebiasaan hidup,” imbaunya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...