Selasa
11 Agustus 2026 | 6 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Tetap Terbuka Soal Koalisi dengan Parpol Lain

Jokowi -Tjahjo-Kumolo

Jokowi -Tjahjo-KumoloJAKARTA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, calon presiden Joko Widodo tidak berubah pandang soal bagaimana kerja sama partai politik atau yang biasa disebut koalisi, dijalankan. Artinya, Jokowi tetap membuka diri pada parpol lain dalam hal koalisi.

“Saya berpegang pada pernyataan Pak Jokowi. Beliau menyatakan tetap terbuka. Memang harus ada sinergi antara legislatif dengan pemerintah,” ujar Tjahjo kepada wartawan, Selasa (15/7/2014) .

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Tantowi Yahya menyatakan partainya membuka peluang meninggalkan koalisi yang dibangun dengan Gerindra jika pasangan yang mereka usung, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, kalah dalam Pemilu Presiden, 9 Juli 2014. Jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli 2014 memutuskan Jokowi-JK sebagai pemenang, Golkar berencana gabung dengan poros PDI Perjuangan, Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI.

Jika Jokowi-JK memimpin RI, lanjut Tjahjo, pihaknya akan berkomitmen memimpin Indonesia dengan berlandaskan program pembangunan. Selain itu, Tjahjo mengatakan pemerintahan Jokowi-JK juga akan membangun komunikasi politik dengan partai-partai di parlemen.

Membangun komunikasi politik di parlemen, sebut Tjahjo, penting agar berbagai kebijakan pembangunan pemerintah bisa mendapatkan persetujuan anggaran dari DPR. “Dalam politik membangun komunikasi penting,” katanya.

Meski demikian, ungkap dia, sampai sekarang, belum ada komunikasi antara PDI Perjuangan dengan partai politik di luar pengusung Jokowi-JK. Pihaknya masih fokus mengawal suara pilpres hingga penetapan KPU pada 22 Juli mendatang.

Sedang soal deklarasi koalisi parlemen permanen yang dilakukan kubu Prabowo-Hatta, kata Tjahjo, pihaknya tidak merasa khawatir. Dia yakin koalisi permanen tidak akan mengganggu pemerintahan Jokowi-JK bila terpilih memenangkan pemilu presiden.

“Pak Jokowi-JK dalam berbagai pernyataan tidak merasa khawatir kalau pemerintahannya kelak akan diganggu,” kata Tjahjo.

Dia memastikan Jokowi-JK akan membentuk pemerintahan yang prorakyat. Untuk itu Tjahjo percaya, tidak akan ada partai di parlemen yang menghambat program Jokowi-JK. “Menganggu kan sama saja menghalangi pembangunan nasional dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Pada akhirnya kubu Jokowi-JK menganggap wajar koalisi permanen yang dideklarasikan pihak Prabowo-Hatta. Setiap partai politik, ujarnya, memiliki hak membentuk koalisi di pemerintahan maupun parlemen. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...