Minggu
18 Oktober 2026 | 6 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tenaga Medis di Surabaya Tak Kalah dari Negara Lain

pdip-jatim-risma-131120-1

SURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini mengapresiasi tenaga medis di Surabaya. Risma menilai, kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga medis di Kota Pahlawan ini tidak kalah dengan negara lain.

Apresiasi itu dia sampaikan saat menjadi keynote speaker bertajuk Persiapan Rumah Sakit (RS) Surabaya dalam Era Kebiasaan Baru yang digelar Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) diikuti 60 direktur RS se-Surabaya.

Risma menceritakan bagaimana kisah menekan angka kasus Covid-19 di Surabaya. Mulai dari cara penanganannya, kendala hingga akhirnya wabah global dapat dikendalikan hingga kini.

“Kami tidak pernah membayangkan kalau kejadiannya di luar bayangan,” ujar Risma, Jumat (13/11/2020).

Sebetulnya, kata dia, kualitas SDM tenaga medis yang dimiliki RS sangat luar biasa. Dia menyebut, tenaga medis yang ada di Surabaya tidak kalah dengan yang dimiliki di negara lain.

Pemkot Surabaya bersama dengan Persi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Surabaya serta seluruh rumah sakit dapat mengatasi, menekan dan mengendalikan angka penyebaran.

“Sehingga kemarin hanya tinggal 59 kasus aktif di Surabaya. Meskipun sehari kita tetap melakukan testing swab sekitar kurang lebih tiga ribu spesimen,” ujar dia.

Oleh sebab itu, Risma minta ke depan agar kualitas manajemen semakin ditingkatkan. Terutama meningkatkan kinerja dan efektivitas, sehingga diharapkan industri rumah sakit dapat semakin maju di Surabaya.

Dia menyebut, industri rumah sakit memiliki komponen yang sangat kompleks. Terdiri dari industri apotek, obat-obatan, laboratorium, penginapan, transportasi serta restoran.

“Saya ingin sampaikan alangkah sayangnya jika peluang itu tidak ditangkap oleh kita. Selama ini saya selalu sampaikan kepada para dokter dan juga Persi,” ujar dia.

Presiden UCLG Aspac ini pun menegaskan meningkatkan kinerja dan manajemen sangat penting dilakukan. Namun begitu, untuk menjamin kualitas juga dinilai penting.

Oleh karena itu, tambah dia, dibutuhkan evaluasi. “Jadi karena itu ayo bersama-sama gotong royong,” katanya.

Kebersamaan itu, imbuhnya, agar semakin kuat dan meningkatkan manajemen serta pengelolaan rumah sakit. Dengan harapan, potensi yang dimiliki dapat dikelola dengan baik di kota sendiri, sehingga membawa dampak positif yakni peningkatan ekonomi terhadap suatu daerah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Arjuna Minta Kasus Dugaan Perundungan Anak Disabilitas di Surabaya Dikawal hingga Tuntas

SURABAYA – Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana meminta kasus dugaan perundungan terhadap ...
LEGISLATIF

Reses di Mojokerto, Sadarestuwati Siapkan Aspirasi Petani untuk Menteri Pertanian

MOJOKERTO – Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati mendesak pemerintah mengatasi persoalan pupuk subsidi sekaligus ...
KABAR CABANG

17 Pengurus Ranting Se-Kecamatan Panekan Magetan Dilantik, Kader Diminta Membersamai Rakyat

MAGETAN – PDI Perjuangan Kabupaten Magetan merampungkan konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput di ...
KRONIK

Andreas Bidik Bursa Karbon Berbasis Komunitas Pertama di CMC Tiga Warna

MALANG – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo menargetkan kawasan ...
HEADLINE

Medsos Jadi Senjata, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Suarakan Kebenaran

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong kader Generasi Z (Gen Z) untuk menguasai dan memanfaatkan media ...
KRONIK

Masuk Sekolah Partai, Gen Z Jatim Ungkap Sisi Seru PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Tiga kader Generasi Z (Gen Z) membagikan pengalaman pertamanya terjun ke dunia politik saat mengikuti ...