Senin
20 Juli 2026 | 3 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kiai Kampung se-Kabupaten Kediri Dukung dan Siap Memenangkan Mas Dhito-Mbak Dewi

pdip-jatim-dhito-kiai-kampung-061120

KEDIRI – Giliran sejumlah kiai kampung non-struktural se-Kabupaten Kediri menyatakan sikap, mendukung dan siap memenangkan pasangan calon Bupati Kediri 2020 Hanindhito Himawan Pramono – Dewi Maria Ulfa. 

Deklarasi dukungan kiai kampung ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Salafiyah Desa Kepuh Rejo Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri, Kamis (5/11/2020). Dukungan serupa beberapa hari lalu dilakukan keluarga besar pondok pesantren Al – Falah, Ploso, Mojo.

Sebelum Deklarasi dukungan diberikan, acara bertemakan Silaturahmi dan Sarasehan Tokoh Agama bersama Mas Dhito tersebut, dibuka dengan sesi tanya jawab dan penyampaian visi misi.

Acara jni diikuti sekitar 26 kiai kampung non struktural NU perwakilan dari masing-masing wilayah kecamatan. Usai sesi tanya jawab dan penyampaian visi misi, para kiai kampung ini spontanitas menyatakan sikap dukungannya.

“Kami kyai kampung se-Kabupaten Kediri siap mendukung dan memenangkan Mas Dito – Mbak Dewi,” kata sejumlah kiai bersamaan. Deklarasi ini dipimpin oleh oleh KH M Iffatul Lathoif atau yang akrab disapa Gus Thoif.

Dalam keterangannya, Gus Thoif  mengatakan, salah satu alasan para kiai mendukung paslon Dito – Dewi karena program yang diusung sangat menyentuh dan  memperhatikan nasib para kiai. Pihaknya akan mengawal program yang diusung hingga nantinya terealisasi.

“Alhamdulillah sambutan para kiai sangat baik, dan beliau ini sangat mendukung dan memenangkan Mas Dhito – Mbak Dewi. Program yang sangat baik ini betul-betul direalisasikan, nantinya,” ujarnya .

Sementara itu, Hanindhito Himawan Pramono menjelaskan, bersama Dewi Maria Ulfa pihaknya telah menyiapkan tiga program unggulan  untuk Pondok Pesantren jika nantinya ia diberikan amanah memimpin Kabupaten Kediri.

Tiga program yang dimaksud ini antara lain Santripreneurship, di mana para santri yang ada di pondok akan diajarkan cara berwirausaha. Teknisnya Dhito akan menggandeng pihak ketiga bank atau kementerian terkait.

Kemudian program kedua yakni memberikan perhatian terhadap intensif guru madin dan guru TPQ. Dhito menyebut kesejahteraan mereka harus diperhatikan mengingat mereka selama ini memiliki peran penting mengedukasi para muridnya  mengajarkan tentang moralitas keagamaan.

Program ketiga, yakni pemberian bantuan operasional kepada sejumlah pondok pesantren yang nilai bantuannya berkisar 100-200 juta per tahun. Bantuan ini akan diberikan secara bergilir dari ponpes satu ke ponpes lain.

“Karena itu ada Permendagrinya, yang menyatakan tidak boleh mendapatkan program bantuan secara terus menerus. Jadi itu tadi tiga program utamanya,” pungkasnya. (putera)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Targetkan Musran 22 Kecamatan Rampung Sebelum 17 Agustus

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menargetkan Musyawarah Ranting di 22 kecamatan rampung sebelum 17 Agustus 2026 ...
KRONIK

Mobil Legends, Nobar Piala Dunia, dan Ekonomi Kreatif Anak Muda Ponorogo

PONOROGO – Antusiasme anak muda mewarnai turnamen Mobile Legends yang digelar di kafe WOW KWB Ponorogo, Minggu ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jember Siapkan Kader Muda hingga Gen Z, Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029

DPC PDI Perjuangan Jember memperkuat kepengurusan ranting di Sumbersari, Sukowono, dan Ajung dengan merekrut kader ...
KRONIK

Nobar Final Piala Dunia, Bupati Bangkalan Berbaur dengan Masyarakat

BANGKALAN – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai Pendopo Agung Bangkalan saat ratusan masyarakat dari ...
RUANG MERAH

Tak Ada Tarian Tango di Grahadi

Oleh Diana Sasa* RENCANA saya sederhana: nobar di warkop. Di Magetan. Bareng warga. Gagal. Senin pagi ini ada ...