Rabu
16 September 2026 | 8 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pastikan Pilkada 2020 Sukses, Ini Komitmen yang Sudah Dilakukan PDIP

pdip-jatim-hasto-webinar-pemuda-muhammadiyah

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Partainya memandang pelaksanaan Pilkada 2020 sebagai momentum melahirkan pemimpin-pemimpin negarawan yang menghasilkan solusi substansial di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu, demi memastikan pilkada sukses di tengah pandemi, DPP PDI Perjuangan sudah menunjukkan komitmen melalui kebijakan-kebijakannya untuk patuh serta disiplin terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Hasto mengatakan, Indonesia diapit dua benua dan dua samudera serta memiliki sejarah bangsa yang sangat panjang. Selain itu, pandemi Covid-19 telah membawa arah bangsa ke dalam kondisi yang sulit, baik dari sosial, ekonomi, dan kesehatan.

Karena itu, tambah Hasto, pilkada harus ditempatkan sebagai sebuah konsolidasi untuk mengamankan seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

“Jangan sampai di tengah krisis kemudian tidak ada suatu kepemimpinan yang memiliki legitimasi, legalitas yang sangat kuat untuk mengambil suatu tindakan, tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan rakyat. Kita semua memahami enggak ada pemimpin yang mau mengorbankan rakyatnya,” kata Hasto.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam diskusi virtual yang digelar Pemuda Muhammadiyah dengan tema ‘Corona dan Benang Kusut Pilkada 2020’, Sabtu (10/10/2020) malam.

Hadir dalam acara itu, Ketum Pemuda Muhammadiyah Sunanto, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Plh Ketua KPU Ilham Saputra, Komisioner Bawasli Afifuddin, dan Direktur Politik Bainteklam Polri Brigjen Anthony MT Siahaan.

Hasto menilai sosok Presiden Joko Widodo-Wapres KH Ma’ruf Amin berasal dari rakyat sehingga legitimasinya sangat kuat dalam mengambil kebijakan. Karena itu pula, kebijakan pemerintah saat ini dasarnya untuk melindungi dan memberikan kepastian.

“Marilah justru di tengah pandemi Covid ini, kita berikan kepercayaan kepada presiden-wakil presiden, seluruh jajaran menteri, kepala daerah di tingkat provinsi, kabupaten, kota untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya tanpa diganggu oleh berbagai hal yang bisa memecah belah persatuan kita,” ajaknya.

Mengenai disiplin protokol kesehatan Covid-19, sebut Hasto, PDIP secara organisasi telah menunjukkan sikap yang jelas. Pada 4 Februari 2020 lalu, PDIP telah menyosialisasikan pencegahan Covid-19.

Pada Maret, DPP PDI Perjuangan mengeluarkan instruksi kepada kadernya untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan rempah-rempah yang dimiliki Indonesia.

Lalu, PDIP juga menginstruksikan kepala daerah dari partai itu untuk mengambil kebijakan realokasi anggaran dengan membuat program-program yang melindungi rakyat. PDI Perjuangan juga mencanangkan gerakan Menanam Tanaman Yang Bisa Dimakan.

Hasto juga menekankan, seluruh kegiatan partai, mulai dari rapat, sekolah partai, hingga konsolidasi partai, menggunakan telekonferensi.

“Kami canangkan bagaimana pandemi Covid-19 ini justru akrab dengan teknologi untuk menjadikan handphone sebagai alat perjuangan. Ini dulu cangkul sebagai alat perjuangan kaum Marhaen, sekarang handphone ini kita bisa belajar, kita bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menggunakan teknologi IT,” kata dia.

Bukan hanya itu, lanjut Hasto, untuk mendorong para paslon di Pilkada Serentak 2020 agar taat protokol kesehatan Covid-19, PDI Perjuangan membentuk Tim Penegak Disiplin Protokol Kesehatan pada September lalu.

“Di mana kader partai yang melanggar ketentuan Covid itu kami berikan sanksi,” tegasnya.

Hasto juga menekankan pihaknya akan mengedepankan kampanye daring selama Pilkada Serentak 2020 dan menemui rakyat dari pintu ke pintu.

Di samping itu, Hasto juga mengharapkan pemilu menjadi bagian dari konsolidasi demokrasi untuk melahirkan pemimpin yang visioner, kokoh pada ideologi Pancasila, memiliki kemampuan teknokratik dan bertanggung jawab terhadap masa depan.

“Termasuk kemampuan untuk memberikan harapan kepada rakyat yang tengah dihadapkan dengan berbagai masalah akibat pandemi,” lanjut dia.

Selain itu, lanjut Hasto, konsolidasi demokrasi Indonesia harus mendorong sistem pemilu yang semurah-murahnya serta membangun sistem pemilu yang didasarkan pemilu asimetris. Sebab, Hasto melihat saat ini demokrasi Indonesia diancam dengan praktek hoaks dan fitnah.

“Kemudian resolusi konflik juga diperlukan mengingat kita bangsa yang mengedepankan suatu musyawarah. Maka itu, kami berharap bersama dengan Pemuda Muhammadiyah ini bersama-sama dapat meningkatkan kualitas demokrasi kita,” kata Hasto.

Sebagai bangsa yang kenyang digembleng sejarah, pihaknya meyakini persatuan di negeri ini bisa dikedepankan selama musyawarah menjadi metode penyelesaian persoalan.

Dia mengingatkan hal itu merupakan syarat untuk menjadi negara yang besar seperti yang pernah dilakukan Bung Karno dengan menggagas Konferensi Asia-Afrika pada 1955.

“Kesatupaduan diperlukan bersama untuk membangun harapan bahwa kita masih punya satu tugas yang mahapenting untuk menjadikan Indonesia menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa lain sebagaimana dulu terjadi dalam Konferensi Asia-Afrika pada 55. Mari kita terus bergerak, kita kedepankan semangat persaudaraan,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mengurai Ruwet Distribusi Pupuk Subsidi di Magetan, dari Kendala NIK Petani hingga Jumlah Poktan

MAGETAN – Persoalan masih saja membelit di seputar pupuk bersubsidi. Meski pemerintah dan produsen menyatakan stok ...
KRONIK

KPU Kabupaten Pasuruan Kaji Penataan Dapil Pemilu 2029, DPC PDIP Sampaikan Pertimbangan Beban Anggaran

KABUPATEN ‎PASURUAN – KPU Kabupaten Pasuruan, secara internal mulai mengkaji penataan daerah pemilihan (dapil) ...
KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...