
KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu bakal melanjutkan program bedah rumah yang sempat tertunda karena anggarannya dialihkan untuk penanganan wabah Covid-19.
Sekitar 150 rumah tak layak huni (RTLH) akan dirombak melalui program bedah rumah dengan masing-masing rumah mendapat Rp 30 juta.
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, 150 RTLH yang akan direnovasi tersebar di seluruh desa/kelurahan. Pelaksanaan dilakukan setelah dana yang dialihkan penanganan Covid-19 dikembalikan melalui PAK atau P-APBD 2020.
“Melalui Dinsos, bedah rumah nanti akan dilaksanakan. Kemarin sempat terkendala karena adanya realokasi anggaran,” ungkap Punjul Santoso, kemarin.
Wawali yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu ini menambahkan, bedah rumah mendapatkan target selesai Desember nanti. Menurutnya, jumlah RTLH yang masuk program bedah rumah setiap tahun bertambah.
“Setelah dana realokasi penanganan Covid-19 dikembalikan pada Dinsos, maka bedah rumah bisa dikerjakan semaksimal mungkin,” jelasnya.
Pada 2019 lalu, Pemkot Batu menganggarkan sejumlah Rp 3,8 miliar untuk bedah rumah. Sebanyak 107 RTLH dirombak untuk warga tidak mampu, masing-masing mendapat Rp 30 juta.
Punjul menegaskan jika program sudah terlaksana rutin tahunan. Dia berharap program ini bisa dikerjakan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat terutama warga prasejahtera. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









