Jumat
04 September 2026 | 1 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

GMNI Surabaya Gagas Distribusi Beras Marhaen, Ini Apresiasi Whisnu

pdip-jatim-gmni-surabaya-110520-2

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mendukung tekad aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang menggagas pendistribusian beras Marinda (Marhaen Indonesia).

Terlebih, beras yang saat ini dibagikan DPC GMNI Surabaya ke masyarakat terdampak wabah virus Corona (Covid-19) itu, dibeli langsung dari petani. Ke depan pasca meredanya pagebluk Corona, Whisnu mendorong GMNI tetap melakukan distribusi beras berkualitas bagus ini dengan harga murah.

“Dengan begini adik-adik GMNI juga menguatkan kemandirian dengan berwirausaha,” kata Whisnu, Selasa (12/5/2020).

Baca juga: GMNI Surabaya Gelar Aksi Lawan Corona, Whisnu: Bisa Kolaborasi dengan Pemkot

Wawali yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini menambahkan, upaya distribusi beras, apalagi melalui koperasi, adalah bagian dari menumbuhkan dan memupuk jiwa-jiwa mandiri, jiwa-jiwa pejuang, jiwa-jiwa petarung, seperti amanah ajaran Bung Karno dalam Trisakti-nya.

Di masa pandemi Covid-19 sekarang, pria yang akrab disapa WS ini mengapresiasi aksi GMNI Surabaya yang mendistribusikan beras Marinda secara gratis ke masyarakat terdampak.

Menurutnya, peran serta GMNI Surabaya ini sebagai upaya gotong royong bersama elemen masyarakat lainnya, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya di Kota Pahlawan.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Surabaya, Ravi Hafids Maheswara mengatakan, masa pandemi global ini dijadikan momentum untuk menggagas distribusi beras Marinda. Menurutnya, beras tersebut diambil langsung dari para petani di wilayah Jawa Timur.

Distribusi beras Marinda ini, sebutnya, merupakan aksi GMNI dalam menjawab kondisi saat ini. Dia menyatakan, kondisi pandemi saat ini sangat berpengaruh terhadap kebutuhan pokok.

Ketika stok sembako menipis, kata Ravi, harganya akan semakin naik. Dan itu, sebutnya, akan menambah beban rakyat.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya ini menegaskan, upaya pembelian beras dari petani langsung juga untuk memutus rantai tengkulak. “Karena para tengkulak kerap memainkan harga yang menyusahkan petani,” ujar dia.

Di sisi lain, imbuh Ravi, adanya beras Marinda sekaligus menjadi trigger awal dalam mengaktifkan kembali Koperasi Marhaen.

Dia menyebut peran koperasi, yakni Koperasi Marhaen Indonesia (Kopi Manis) perlu ditingkatkan. “Koperasi ini untuk mengafirmasi hal-hal seperti ini. Pemenuhan kebutuhan sembako, kedepan juga gula dan bahan pokok lainnya,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...
LEGISLATIF

Ama Siswanto Desak Biaya Pengobatan Siswa SMPN 1 Kabuh Ditanggung, Dugaan Insiden MBG Harus Diinvestigasi

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, mendesak agar puluhan siswa SMPN 1 Kabuh yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...