Selasa
15 September 2026 | 7 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pilkada Diundur, Kusnadi Minta Kandidat Tetap Turun ke Masyarakat

pdip-jatim-kusnadi-maskeran

SURABAYA – Pemerintah dan DPR RI sepakat memundurkan jadwal pelaksanaan pilkada serentak menyusul pandemi virus Corona (Covid-19). Rapat kerja kedua pihak, Selasa (14/4/2020), memutuskan hari H pemungutan suara adalah 9 Desember 2020 dari jadwal semula 23 September 2020.
 
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi SH MHum menyambut baik keputusan tersebut. Dia juga telah berkoordinasi dengan para kandidat yang akan maju pilkada terkait keputusan perubahan jadwal pilkada.

“Menurut kami itu keputusan yang baik. Saya juga sudah berkoordinasi dengan teman-teman yang akan maju pilkada melalui PDI Perjuangan. Saya sampaikan jika ini waktunya semakin panjang untuk bergerak,” kata Kusnadi, Rabu (15/4/2020).
 
Meski begitu, lanjut Kusnadi, dia minta para kandidat untuk tetap bergerak menemui rakyat. Sebab saat ini rakyat tengah menghadapi masalah besar, yakni menghadapi wabah Corona.

“Saat kamu akan menjadi pemimpin sementara rakyat sedang menghadapi masalah, sedang menghadapi bencana, pemimpin jangan lari. Harus ada di tengah-tengah masyarakat. Jangan takut terserang Covid-19. Apakah nanti kemudian harus berkorban akibat perhatian dan pengayoman yang kita berikan kepada masyarakat, itu risiko seorang pemimpin,” tuturnya.
 
Pria yang juga Ketua DPRD Jatim ini menambahkan, dirinya tidak menyarankan seorang calon pemimpin untuk hadir di tengah-tengah rakyat hanya ketika mendekati masa pemilihan. Apalagi menggunakan cara-cara pragmatis dengan memberikan uang sogokan untuk memilih.  
 
“Jangan hanya hadir dan menemui rakyat saat membutuhkan untuk dipilih rakyat. Apalagi kemudian memberi selembar uang Rp 50 ribu-an misalnya, pada saat pemilihan, tidak boleh itu. PDI Perjuangan tidak seperti itu. Rakyat dalam kondisi susah menghadapi bencana atau wabah, pemimpin harus ada tengah-tengah rakyat. Apapun risikonya, harus dipikul,” tegas Kusnadi.
 
Meski begitu, Kusnadi menegaskan agar para kandidat yang terjun ke masyarakat untuk tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19. “Karena kondisi saat ini, maka tidak boleh ada pengumpulan massa. Maka harus dilakukan door to door. Syukur-syukur bisa membantu rakyat meski hanya selembar masker, sebotol kecil hand sanitizer, bahkan sebatang sabun pun, berikan kepada rakyat karena itu yang dibutuhkan rakyat,” ujarnya. (her)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...
KRONIK

Amin Thohari Kembali Salurkan Air Bersih, Kini 2 Desa di Kedungadem

BOJONEGORO– Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, kembali menyalurkan bantuan air ...
LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...