Sabtu
25 Juli 2026 | 9 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gerakan Bikin Masker Sendiri dapat Respon Masyarakat Magetan

pdip-jatim-masker-magetan1

MAGETAN – Gerakan “Warga melindungi Warga” terkait upaya melawan penyebaran virus Corona yang digagas anggota Komisi A dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih mulai dapat sambutan elemen masyarakat di Kabupaten Magetan.

“Dua hari setelah gagasan #maskeruntuksemua dibagikan ke beberapa jaringan, ternyata ada yang merespon dengan cukup antusias. Sudah ada beberapa desa, dan pondok pesantren mulai membikin masker kain yang akan dibagikan gratis kepada masyarakat,” ungkap Diana Sasa, Selasa (7/4/2020).

Baca juga:

> Jokowi: Keluar Rumah, Wajib Pakai Masker!

> Diana Sasa Gerakkan Warga Produksi Masker Sendiri

Legislator yang juga pegiat literasi dan penulis ini menyebut Ponpes Roudlotul Huda, Desa Kedungpanji, di Kecamatan Lembeyan, mulai membuat masker kain dengan menyulap ruang praktik tata busana menjadi tempat produksi.

“Pengasuh pondok ini cepat tanggap. Senyampang santrinya libur/dipulangkan, sebagian yang tetap tinggal di pondok memilih jadi relawan menjahit masker. Nantinya masker kain itu akan dibagikan gratis pada warga sekitar pondok,” jelasnya.

Anggota dewan dari dapil 9 Jatim (Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi) ini juga mencontohkan Desa Turi di Kecamatan Panekan.

Menurut Sasa, pamong Desa Turi merespon gerakan saling peduli warga dengan menggalang donatur desa untuk membeli kain. Kemudian relawannya menjahit maskernya.

“Info yang masuk, segera menyusul 8 desa lain yang akan membuat masker kain dengan memanfaatkan relawan setempat. Masker yang mereka buat nantinya dibagikan gratis untuk warga desa setempat. Alhamdulillah, ini sungguh membahagiakan,” ucap dia.

Jika gerakan ini sudah meluas di masyarakat, sebutnya, maka ini mendukung imbauan terbaru dari pemerintah, yakni mewajibkan masyarakat memakai masker setiap keluar rumah.

Dalam proses produksi masker kain ini, Diana Sasa membantu bahan kain. “Tidak banyak, hanya untuk stimulan. Selanjutnya desa bisa menganggarkan dari dana desa,” jelasnya.

Dengan pola seperti ini, dia optimistis konsep “warga melindungi warga” itu dapat terwujud. “Bagi saya, ini juga sebagai bentuk akhir dari implementasi Pancasila, yakni terwujudnya gotong royong di masyarakat,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

RedTalks 2026: Anak Muda Tuntut Substansi Ideologi, Bukan Sekadar Branding Politik

MALANG – Semangat kebangsaan bergelora di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026). Forum RedTalks 2026 ...
SEMENTARA ITU...

Warga Sukorejo Bojonegoro Gelar Kirab Hasil Bumi untuk Peringati Haul Eyang Singonoyo

BOJONEGORO – Ribuan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memadati jalanan ...
KABAR CABANG

Komitmen Regenerasi, DPC Nganjuk Targetkan 40 Persen Kader Muda dan Perempuan di Kepengurusan Ranting

​NGANJUK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menggelar Musyawarah Ranting (Musran) ...
HEADLINE

Suko Widodo: PDI Perjuangan Harus Jadi Kompas Anak Muda Lewat Working Ideology

Pakar komunikasi politik Unair Suko Widodo meminta PDI Perjuangan menjadi kompas generasi muda melalui sekolah ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Penguatan Ekonomi Kelompok Tani Hutan Lewat Bantuan Alat Produksi

BLITAR – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Erma Susanti mendorong penguatan ekonomi masyarakat di kawasan penyangga ...
KRONIK

Kegelisahan Anak Muda pada Politik, Rocky Gerung: Bukan Apatis, tapi Burnout Society

MALANG – Akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung, menilai kegelisahan generasi muda terhadap dinamika ...