Kamis
15 Oktober 2026 | 11 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ucapkan Belasungkawa, Untari: Gus Sholah Sosok Idealis  sekaligus Guru Bangsa

pdip-jatim-gus-sholah2

MALANG – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Dr. Sri Untari, mengatakan sosok mendiang KH Salahuddin Wahid yang akrab disapa Gus Sholah merupakan ulama yang menjadi panutan, sekaligus guru bangsa.

“Beliau adalah sosok ulama yang sangat alim, memiliki ilmu agama mumpuni,  dan paling penting beliau adalah sosok yang sangat idealis, sekaligus sebagai guru bangsa,” kata Sri Untari, Selasa (4/2/2020).

Dia menjelaskan, beberapa pandangan Gus Sholah tentang negara sangat mencerahkan dan memberikan paradigma baru. Karenanya, menurut Sri Untari Indonesia kehilangan tokoh besar, nasional yang dicintai  tidak saja kalangan Nahdlatul Ulama (NU) tetapi umat Islam pada umumnya, dan bangsa Indonesia.

Baca juga: Awi: Gus Sholah Teladan Literasi yang Baik

“Tentu kita kehilangan sosok Gus Sholah. Beliau sangat lengkap sekali, ulama besar dan memiliki pandangan kedepan, untuk Indonesia,” ujarnya.

Sosok Gus Sholah, lanjut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini, sangat konsen dalam  menjaga kebersamaan dan persatuan antar umat beragama.

“Sebagai kader dan pimpinan NU beliau merupakan tokoh panutan yang sangat berpengaruh di Indonesia,  konsisten menjaga  NKRI,” tukasnya.

Sri Untari atas nama DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalam,  atas wafatnya Gus Sholah.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama partai mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya Gus Sholah, semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya,” ucap Untari.

Gus Sholah wafat pada Minggu (2/2/2020) sekitar pukul 20.55 WIB di RS Harapan Kita, Jakarta setelah menjalani operasi penyakit jantung. Jenazah Gus Sholah dimakamkan di kompleks pemakaman area Pesantren Tebuireng, Jombang pada Senin (3/2/2020).

Gus Sholah merupakan pengasuh ketujuh Pesantren Tebuireng mulai 2006 hingga 2020, sejak generasi sang kakek KH Hasyim Asyari (1899-1947).

Adik kandung Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid ini lahir di Jombang pada 11 September 1942 dari pasangan suami istri, KH Wahid Hasyim dan ibundanya Hj Solichah. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...