Awi: Gus Sholah Teladan Literasi yang Baik

 84 pembaca

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwiojono mengatakan, sosok KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, pengasuh PP Tebuireng, Jombang yang wafat pada Minggu (2/2/2020) meninggalkan teladan literasi yang baik.

Menurutnya, kepergian Gus Sholah meninggalkan kesedihan yang mendalam karena merupakan sosok ulama teladan, aktivis kebangsaan yang senantiasa mengayomi umat, dan pejuang pendidikan yang gigih mendidik umat agar senantiasa giat mencari ilmu serta berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

“Gus Sholah juga meninggalkan teladan literasi yang baik, di mana beliau adalah seorang penulis yang sangat produktif. Pemikirannya ditulis melalui buku maupun artikel di media massa,” kata Adi, kemarin.

Bahkan, Gus Sholah yang juga rektor Universitas Hasyim Asyari masih sempat menulis pada akhir Januari lalu tentang refleksi hari lahir Nahdlatul Ulama, di mana tulisannya begitu bernas dan reflektif dimuat di salah satu media massa nasional.

Menurut Awi, sapaan Adi Sutarwijono, bangsa Indonesia telah kehilangan satu lagi sosok teladan yang sangat jernih dalam membina umat dan republik ini. Gus Sholah selalu mengajak seluruh elemen bangsa untuk saling menghormati meski berbeda pendapat dan keyakinan.

Gus Sholah kerap mencontohkan kiprah NU dan Muhammadiyah sebagai dua organisasi massa Islam terbesar yang berdampingan tanpa konflik, bahkan keduanya berkontribusi optimal untuk kemajuan Indonesia.

“Gus Sholah mengajak kita untuk mengutamakan persatuan ketimbang konflik, mengajak kita saling menghargai perbedaan, semata-mata demi kemajuan bangsa,” jelas politisi yang juga Ketua DPRD Surabaya ini.

Gus Sholah juga memberi teladan tentang etos kerja yang tinggi. Meski seorang tokoh besar sekaligus cucu ulama pendiri NU KH Hasyim Asyari, Gus Sholah tetap menjalankan segala penugasan yang diamanatkan kepadanya dengan total.

Misalnya, ketika Gus Sholah menjadi anggota Komnas HAM, dengan sejumlah tugas berat seperti memimpin TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) untuk sejumlah kasus dugaan pelanggaran HAM.

“Semoga kita bisa meneladani perjuangan Gus Sholah yang begitu tulus mencintai umat, begitu kukuh dalam menjaga umat dengan nilai-nilai kebenaran dan keadilan,” ucap Awi.

Keluarga besar DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, imbuhnya, sangat berduka atas berpulangnya Gus Sholah.

“Kami mendoakan agar Gus Sholah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ucapnya. (goek)