Kamis
29 Oktober 2026 | 2 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tekan Stunting, Ini yang Dilakukan Pemkot Batu

pdip-jatim-dewanti-paud1

BATU – Pemerintah Kota Batu menggandeng pihak swasta dalam upaya menekan angka stunting atau kekerdilan, melalui berbagai program sosialisasi kreatif. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pemenuhan gizi kepada anak.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan bahwa, angka stunting di wilayahnya terbilang masih cukup tinggi. Hal tersebut tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kota Batu, yang mampu mencapai angka 6,56 persen pada 2017.

“Angka stunting di wilayah kita masih cukup tinggi, seharusnya tidak begitu. Di sini memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus,” kata Dewanti, di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Selasa (28/1/2020).

Sebagai catatan, pada 2019, masih ada sebanyak 770 balita yang mengalami stunting di wilayah Kota Batu. Angka tersebut memang menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya, dengan temuan kasus sebanyak 1.237 balita.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Dewanti, diperlukan sosialisasi khususnya kepada para orang tua, termasuk guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk memahami pentingnya pemenuhan gizi pada balita dan anak-anak.

Pihaknya menggandeng Danone untuk melakukan kampanye Isi Piringku, sebuah program edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman terhadap guru PAUD, orang tua, dan anak terkait pemenuhan gizi.

“Program sosialisasi itu penting, termasuk dengan menggandeng pihak swasta, supaya program tersebut bisa diisi dengan hal yang inovatif,” jelas Dewanti.

Program Isi Piringku yang dilaksanakan Danone di Indonesia, memberikan berbagai masukan kepada para guru, orang tua, dan anak-anak untuk asupan gizi seimbang, keamanan pangan, termasuk pemantauan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun.

Dengan edukasi kepada anak-anak di usia dini, melalui lembaga pendidikan, maupun lingkungan keluarga, diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan hidup sehat, yang dapat dilanjutkan hingga dewasa.

“Pemerintah Kota Batu juga telah memberikan susu kepada anak, yang nantinya akan dilengkapi dengan pemberian telur. Susu dan telur itu harus dikonsumsi minimal dua kali seminggu, untuk meningkatkan gizi anak,” ujar wali kota perempuan yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dana Desa Dipangkas hingga 70%, Guntur Wahono Serap Keluhan Kades di Blitar

BLITAR – Pemangkasan Dana Desa (DD) hingga 70 persen menjadi keluhan utama kepala desa (kades) di Kabupaten Blitar. ...
EKSEKUTIF

Proyek Pengendalian Banjir Surabaya Ditargetkan Rampung Pertengahan November

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan sejumlah proyek penanganan genangan, termasuk pembangunan ...
KRONIK

Penguatan Pendidikan Karakter Anak, Ansari Dorong Sinergi Rumah dan Sekolah

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, pembentukan ...
LEGISLATIF

Dividen BUMD Bergantung pada Bank Jatim, Fuad Benardi Soroti Kinerja Direksi

SURABAYA – Kontribusi dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur yang masih didominasi Bank Jatim menjadi ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Targetkan Aktivasi Desa Kreatif di 157 Desa Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, Novita Hardini, menargetkan aktivasi desa kreatif ...
LEGISLATIF

Tekan Pengangguran, Amithya Dorong Pendataan Ketenagakerjaan Menyeluruh di Kota Malang

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang melalui Disnaker ...