Senin
27 April 2026 | 8 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati: Pancasila Adalah Falsafah Kemanusiaan

pdip-jatim-megawati-orasi-ilmiah-soka-tokyo-1

TOKYO – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyatakan Pancasila adalah falsafah kemanusiaan. Nilai-nilai di dalamnya bisa dilaksanakan secara universal, dalam artian bisa digunakan secara internasional menghadirkan nilai kemanusiaan dalam wujud perdamaian dunia.

Menurut Megawati, kemanusian adalah nilai yang tidak pernah usang. Meski terkadang dipinggirkan dan dilupakan dalam kehidupan, namun kemanusiaan akan selalu ada.

“Kemanusiaan sejatinya selalu melekat pada diri setiap manusia. Manusia yang benar-benar manusia adalah manusia yang berperikemanusiaan,” kata Megawati dalam orasi ilmiah penganugerahan gelar doktor kehormatan honoris causa (DR HC) bidang kemanusiaan di Universitas Soka Jepang, di Tokyo, Rabu (8/1/2020).

Lebih lanjut, Ketua Umum PDI Perjuangan ini mengatakan kemanusiaan itulah yang menjadi syarat mutlak perdamaian dunia. Dan gagasan ini sejalan dengan pidato Bapak Bangsa Indonesia Soekarno di Sidang Umum PBB 30 September 1960 yang berjudul ‘To Build The World Anew’.

Baca juga:

  1. Universitas Soka Merasa Terhormat Bisa Anugerahkan DR HC kepada Megawati
  2. PDI Perjuangan Bangga Megawati Raih Gelar DR HC ke-Sembilan

Saat itu, Bung Karno menyampaikan tugas sejarah membangun dunia kembali. Dan dunia yang dibangun manusia adalah dunia yang bebas dari penindasan, bebas dari kemiskinan, bebas dari rasa takut, bebas secara konstruktif untuk menggerakkan aktivitas sosial, dan bebas mengeluarkan pendapat.

Dalam konteks itu juga Indonesia merumuskan Pancasila sebagai falsafah kemanusiaan, yang menjadi ideologi serta jalan hidup.

Substansi Pancasila yang pertama adalah Ketuhanan yang Maha Esa, meliputi manusia yang memeluk berbagai agama dan keyakinan, yang berke-Tuhanan dengan cara beradab, saling menghormati antara pemeluk agama dan kepercayaan manapun.

Kedua, nasionalisme, yaitu semangat patriotisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup semua bangsa.

“Nasionalisme dalam Pancasila adalah perikemanusiaan. Seorang nasionalis cinta kepada bangsanya dan semua bangsa, karena percaya setiap bangsa penting bagi dunia,” kata Megawati.

Prinsip ketiga adalah internasionalisme. Nasionalisme tidak bisa dipisahkan dari internasionalisme. Sebab nasionalisme tidak akan tumbuh dan berkembang tanpa internasionalisme.

Maka, internasionalisme sejati adalah wujud dari nasionalisme sejati, yang menghargai dan menjaga hak-hak semua bangsa, baik besar maupun kecil.

Prinsip keempat adalah Demokrasi Pancasila yang mengandung tiga unsur pokok, yakni perwakilan, musyawarah, dan mufakat. Musyawarah untuk mufakat adalah merupakan suatu upaya yang teguh untuk mencari kesepakatan yang lebih kuat dan lebih baik daripada suatu resolusi yang dipaksakan, yang mengatasnamakan “suara mayoritas”.

Empat prinsip Pancasila di atas mengerucut pada prinsip kelima, yang merupakan tujuan akhir. Yaitu keadilan sosial yang berwajah dan bernilai kemanusiaan.

“Kemanusiaan yang berwujud dalam adil dan makmur, bebas dari penindasan dalam bentuk apapun, bagi siapapun, di belahan bumi mana pun,” tegasnya.

Substansi Pancasila inilah yang bagi Megawati merupakan jawaban bagi dunia untuk mewujudkan kemanusiaan sebenarnya.

“Bung Karno menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya mengandung makna nasional bagi bangsa Indonesia, sesungguhnya Pancasila juga mempunyai arti universal dan dapat digunakan secara internasional,” kata Megawati.

Dia pun menyerukan agar seluruh umat manusia selalu mengenggam kemanusiaan dalam hati dan jiwanya. Karena hanya dengan kemanusiaan semuanya dapat menjadi manusia yang bermakna dalam hidup dan bagi kehidupan.

“Peluk erat kemanusiaan dalam pikiran, karena manusia yang berpikir dalam kemanusiaan akan hidup dalam kegembiraan dan menjadi manusia yang merdeka,” tandasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

MILANGKORI

Puan: Negara Wajib Jamin Anak Aman, Termasuk di Daycare

Ketua DPR RI Puan Maharani tegaskan negara wajib jamin keamanan anak, termasuk di daycare, usai kasus kekerasan di ...
KRONIK

Erma Dukung Perjuangan Asosiasi BPD Tulungagung Terkait Kuota Perempuan dalam Pencalonan

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mendukung perjuangan Asosiasi BPD (Badan ...
RUANG MERAH

Saat Medsos Anak Dibatasi, Orang Tua Diuji

Oleh Priyanto PEMBATASAN penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun resmi diberlakukan sejak 28 Maret ...
KABAR CABANG

DPC Kabupaten Pasuruan Tanam Ribuan Bibit Singkong dan Porang di Lereng Gunung Arjuno

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan melaksanakan aksi penanaman ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Bantu Kain Kafan dan Dana Operasional Pemulasaraan Jenazah di Jagalan

Yuzar Rasyid bantu kain kafan dan dana operasional pemulasaraan jenazah di Jagalan Kediri untuk ringankan beban ...
KABAR CABANG

Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, DPC Lamongan Bagikan Berbagai Bibit Tanaman Pekarangan

LAMONGAN – Di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, DPC PDI Perjuangan Kabupaten ...