Selasa
28 April 2026 | 11 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Arif Wibowo: Parpol Koalisi Harusnya Tak Berpolitik Dua Kaki

pdip-jatim-arif-wibowo-di-jember

JAKARTA – Wakil Sekjen PDI Perjuangan Arif Wibowo menegaskan, seluruh parpol koalisi pendukung pemerintah harus taat asas, menjaga sikap dan berpolitik secara etis.

Arif pun mengingatkan agar parpol pendukung pemerintah tidak mempraktikkan politik dua kaki. Hal itu dia sampaikan menanggapi pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden PKS Sohibul Iman, kemarin.

“Kami minta semua partai koalisi untuk taat asas, untuk menjaga sikap dan tindakan yang etis sebagai partai koalisi pemerintahan,” ujar Arif kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

“Dengan demikian seharusnya tidak boleh berpolitik dua kaki. Itu dihindari oleh setiap partai koalisi pendukung pemerintah,” katanya.

Arif menyebut, seluruh parpol koalisi saat ini memiliki kewajiban menjaga pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin agar dapat berjalan dengan baik.

Dengan demikian seharusnya parpol perlu memastikan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai visi misi.

Adapun tugas dan fungsi pemerintah yakni meningkatkan kemakmuran rakyat, kesejahteraan rakyat dan menjalankan pembangunan dalam lima tahun yang akan datang.

“Sebagai partai utama koalisi pemerintahan kita tentu bermaksud mengingatkan pada semua partai yang selama ini sudah menyatakan komitmennya bekerja dengan baik untuk memenangkan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin,” kata Arif.

Legislator DPR RI dari dapil Jember-Lumajang ini pun mengritik kesepakatan antara Nasdem dan PKS soal penguatan fungsi check and balance di DPR.

Menurutnya, fungsi sistem check and balance seharusnya dijalankan parpol yang berada di luar pemerintahan. Sementara, Partai Nasdem tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah dan tiga kadernya menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

“Ya seharusnya (check and balance dijalankan) oleh mereka-mereka yang ada di luar pemerintahan, bukan yang di dalam pemerintahan,” tuturnya.

Diwartakan, Surya Paloh dan Sohibul Iman bertemu di kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).

Partai Nasdem dan PKS sepakat untuk memperkuat check and balance atau fungsi pengawasan terhadap pemerintah di DPR. Hal ini menjadi salah satu dari tiga poin kesepahaman yang dihasilkan dalam pertemuan itu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Driver Online Desak Perda Aplikator, DPRD Jatim Siap Tindak Lanjuti Aspirasi Dobrak

Driver online di Jatim desak perda aplikator, DPRD siap bahas regulasi untuk lindungi kesejahteraan driver. ...
LEGISLATIF

Romy dan Pulung Turun ke Blitar, Konsolidasi Akar Rumput hingga Garap Ruang Digital Hadapi 2029

Romy Soekarno dan Pulung Agustanto konsolidasi PDIP di Blitar, dorong penguatan akar rumput dan strategi digital ...
LEGISLATIF

Kasus Bunuh Diri Remaja Meningkat, DPRD Jatim Dorong Hotline Kesehatan Mental 24 Jam

DPRD Jatim dorong hotline kesehatan mental 24 jam dan layanan konselor di Puskesmas untuk tangani kasus bunuh diri ...
KABAR CABANG

Juventus, Anak Muda dari Blimbing yang Memilih Masuk Politik

Cerita Juventus Ronaldo, kader muda PDI Perjuangan Kota Malang yang masuk politik untuk mengajak generasi muda ...
EKSEKUTIF

Eri Tegaskan Pasar Tumpah Harus Ditertibkan, Pedagang Diarahkan ke Pasar Resmi

Eri Cahyadi tegaskan pasar tumpah di Surabaya harus ditertibkan dan pedagang diarahkan ke pasar resmi demi ...
KRONIK

Kelompok Seni Tiban di Blitar Tumbuh Pesat sejak 2021, Jadi Tanda Kuatnya Kesadaran Budaya

Jumlah kelompok seni tiban di Blitar meningkat dari 6 menjadi 20 sejak 2021, didorong kesadaran masyarakat dan ...