Sabtu
22 Agustus 2026 | 10 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Batu Dukung Dadaprejo sebagai Kampung Anggrek

pdip-jatim-dewanti-4000-anggrek1

BATU – Pemkot Batu berkomitmen mendukung dan membranding Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo sebagai pusat budidaya Anggrek.

Hal itu disampaikan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menghadiri acara Event Trilogi Dadaprejo ‘Menanam, Merawat, dan Menuai’, Minggu (6/10/2019).

Dewanti Rumpoko mengatakan, even itu sebagai tonggak untuk mewujudkan Kelurahan Dadaprejo sebagai kampung anggrek.

“Tanam anggrek sampai 4 ribu ini merupakan hal yang langka dan terbanyak di Indonesia. Ini sebagai wujud masyarakatnya komitmen ingin membesarkan nama daerahnya,” ucap Dewanti.

Dua tahun belakangan ini, Kelurahan Dadarejo mulai mengemas wilayahnya sebagai Kampung Anggrek. Sebutan Kampung Anggrek itu karena memang masyarakatnya banyak yang membudidayakan Anggrek.

Beberapa dari mereka seringkali mengikuti kontes anggrek hingga tingkat nasional. “Totalnya kurang lebih ada 40 orang yang membudidayakannya,” imbuh Dewanti.

Wali kota yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini mengatakan, acara menanam anggrek yang jumlahnya hingga empat ribu ini merupakan hal sangat langka dan terbanyak di Indonesia.

Semula, panitia hanya menyiapkan 3.000 bibit yang akan ditanam serentak. Namun antusias tinggi masyarakat membuat panitia menambah 1.000 lagi sehingga menjadi hingga 4 ribu.

Anggrek yang ditanam ada tiga spesies bibit yakni Anggrek Dendrobium Iasianthera, Anggrek Dendrobium Spectabile, dan Anggrek dendrobium stratiotes.

Masyarakat membawa pulang anggrek yang ditanam serentak. Nantinya anggrek yang dibawa pulang masyarakat itu diharapkan bisa tumbuh subur hingga berbunga.

Dewanti menambahkan, di tahun ini, Kelurahan Dadarejo mulai mengembangkan sebagai kampung anggrek. Sehingga, perlu didukung dengan beragam kegiatan untuk mendukung hadirnya kampung anggrek tersebut

“Hadirnya kampung Anggrek di sini karena memang masyarakatnya banyak yang membudidayakan anggrek. Bahkan, dari mereka sering mengikuti kontes anggrek hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara itu petani Anggrek Kelurahan Dadaprejo, Renantanda Dedek Setia Santoso, menambahkan, saat ini di kampung Anggrek ada 40 petani yang mengembangkan anggrek. Perputaran uangnya hingga Rp 400 juta per bulan.

“Karena itu melalui kegiatan ini supaya kampung anggrek ini bisa lebih dikenal masyarakat luas,” jelas Dedek. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Trenggalek Kembangkan Konservasi Penyu Kili-Kili Berbasis Sains, Gandeng Universitas Brawijaya

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk mengembangkan ...
LEGISLATIF

Kanang Bersama PMI Jatim Salurkan Air Bersih untuk Warga Ngawi Terdampak Kekeringan

NGAWI – Kemarau panjang mulai membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi kesulitan mendapatkan air bersih. ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pemerintah Segera Intervensi Karhutla Kalimantan yang Makin Parah

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Pemerintah segera melakukan intervensi untuk mengatasi kebakaran ...
KRONIK

Kecam Kasus Asusila di Pamekasan, Hj. Ansari PDIP Desak Korban Dikawal hingga Pulih

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengecam keras kasus dugaan kekerasan seksual ...
KRONIK

Mbah No, Pemulung 73 Tahun yang Berdiri Tegak di Tengah Rongsokan Saat Merah Putih Diturunkan

BANYUWANGI – Karung berisi rongsokan masih berada di samping tubuhnya. Pakaian yang dikenakannya juga jauh dari ...
MILANGKORI

Meteri Bumi di Kedungdowo, Ketika Trenggalek Menyapa Alam Menjelang Usia 832 Tahun

TRENGGALEK – Pagi di sumber air Kedungdowo, Dusun Bendogolor, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jumat ...