Selasa
21 Juli 2026 | 12 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Perempuan Jateng ‘Saweran’ untuk Kampanye Jokowi-JK

Khofifah 2 Jari
Khofifah 2 Jari
Khofifah Indar Parawansa saat di Kediri

SEMARANG – Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa berhasil mengumpulkan Rp 17.502.000, dari peserta Deklarasi Perempuan Jawa Tengah untuk Pemenangan Jokowi-JK di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran, Semarang, Sabtu (14/6/2014). Hasil ‘saweran’ uang yang terkumpul itu akan disetorkan ke rekening sumbangan Kampanye Jokowi-JK.

“Siap urunan atau tidak? Kalau siap, saya mengajak urunan dan itu sekarang,” kata Khofifah. Sebelum kotak saweran diputar ke seluruh peserta, Khofifah yang juga juru bicara pasangan Jokowi-JK itu terlihat ikut menyumbang Rp 200.000 dalam bentuk dua lembaran uang Rp 100.000.

“Ada yang bilang mau kampanye kok minta-minta sumbangan. Tetapi inilah bentuk gotong-royong kita melahirkan pemimpin yang bersih,” ungkapnya.

Dalam orasinya, Khofifah juga mengajak para perempuan Jawa Tengah memaksimalkan seluruh kekuatan untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014.

“Waktu efektif kita tinggal 20 hari. tolong kita maksimalkan elemen dari seluruh partai pendukung dan seluruh elemen perempuan hebat di seluruh Jawa Tengah,” katanya.

Kejahatan Sistemik

Sementara, menyikapi penerbitan dan peredaran tabloid Obor Rakyat yang menjelek-jelekkan Jokowi, Khofifah menilai itu adalah sebuah kejahatan yang sistemik. “Karena yang satu dengan yang lain, tidak cukup confident lantas mereka memanas-manasi. Karena itu dicetak dan dibagi-bagi maka ini merupakan fitnah yang sistemik,” kata Khofifah.

Ia optimistis pihak kepolisian dan Bawaslu mengusut tuntas masalah ini. Apalagi menjelang bulan Ramadan dia berharap situasi politik menjadi lebih sejuk. “Kalau menurut saya tidak sulit untuk mengusut ini. Dan menjelang puasa ini mudah-mudahan bisa diredam dan dihentikan penerbitan dan peredarannya,” imbuhnya.

Khofifah mengaku mendapatkan informasi yang cukup dalam mengenai siapa saja dibalik tabloid Obor Rakyat dan tujuannya apa. Namun pihaknya menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan Bawaslu.

“Mulai dari terbit pertama saya sudah tahu. Menurut saya ini adalah sebuah kejahatan, dosa besar. Seyogianya polisi dan panwas proaktif karena memfitnah ini tidak boleh dibiarkan. Negara ini tidak bisa menjadi besar (dengan cara-cara ini),” katanya. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp154,7 Miliar, Minta Pemkot Madiun Benahi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan catatan strategis, ...
HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Targetkan Musran 22 Kecamatan Rampung Sebelum 17 Agustus

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menargetkan Musyawarah Ranting di 22 kecamatan rampung sebelum 17 Agustus 2026 ...