Senin
29 Juni 2026 | 8 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Ajak Warga Surabaya Tidak Gunakan Medsos untuk Sebar Hoaks

pdip-jatim-risma-presiden-UCLG-ASPAC

Coba kita lihat, renungkan, apakah diri kita kemudian menjadi besar karena orang lain jelek karena kata-kata kita?

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak warga Kota Pahlawan, Jawa Timur tidak menggunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal negatif, kabar bohong atau hoaks kepada orang lain.

Tri Rismaharini, di Surabaya, Selasa, menanyakan apa untungnya menyebarkan hal-hal negatif atau pun hoaks kepada orang lain. Ia memastikan bahwa setiap kebohongan itu tidak akan langgeng dan tidak akan bertahan lama.

“Coba kita lihat, renungkan, apakah diri kita kemudian menjadi besar karena orang lain jelek karena kata-kata kita? Oke, mungkin kita akan jadi besar, tapi pasti itu tidak akan langgeng karena kebohongan itu tidak akan bisa bertahan lama. Jadi, untuk apa kita menyakiti orang lain?,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak boleh merasa paling benar, karena kebenaran sejatinya hanya milik Tuhan. Bahkan, ia memastikan bahwa setiap manusia itu dilahirkan dengan membawa kelebihan dan kekurangan.

“Jadi, dibalik kekurangan seseorang pasti terdapat kelebihan. Begitu pula dengan kita, pasti kita juga punya kekurangan, termasuk saya,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota Risma juga menanyakan apakah tidak menyesal apabila waktu yang tersisa dalam hidup hanya digunakan untuk menyebarkan hal-hal negatif kepada orang lain. Sebab, pemberian Tuhan yang tidak akan pernah terulang adalah waktu.

Risma pun mengamini bahwa waktu adalah uang, sehingga harus dipergunakan waktu itu sebaik mungkin.

“Sayang kalau waktu kita hanya dibuat menyebarkan hal-hal negatif. Kalau saya, bangun tidur sudah bisa berpikir akan melakukan ini dan melakukan itu, setelah ini akan mengerjakan itu dan itu. Kalau saya tunda besok, belum tentu bisa seperti sekarang ini,” kata dia.

Ia juga mengajak para pegiat media sosial itu untuk berpikir dan membayangkan apabila media sosialnya digunakan untuk menyebarkan hal-hal positif bagi orang lain. Ia juga mengaku memiliki media social yang hanya digunakan untuk memperlancar kinerja di pemerintahan.

“Coba bayangkan kalau kita memberikan hal-hal positif kepada orang lain. Hal sepele misalnya mengabarkan kalau ada kecelakaan, dan kita jajaran pemkot datang membantu menyelamatkan orang yang kecelakaan itu. Karena mungkin dia kepala keluarga, akhirnya dia bisa selamat dan bisa bekerja kembali demi keluarga. Jadi ayo mulai sekarang gunakan media sosial untuk hal-hal positif,” katanya.

Wali Kota Risma pun mengaku sedih melihat situasi saat ini yang mana isu-isu negatif atau hoaks terus bertebaran hingga menyebabkan perpecahan. Dulu saat para pahlawan berjuang sendiri-sendiri, tidak pernah menang melawan penjajah. Namun, saat didirikannya Budi Utomo, seluruh Jong bersatu dan bisa memenangkan setiap pertempuran dan akhirnya bisa merdeka.

“Kalau dengan kata-kata yang kita gunakan di media sosial kemudian kita terpecah belah, kita akan kalah pareng berikutnya. Perang berikutnya bukan seperti dulu. Tapi perang melawan kemiskinan dan kebodohan, kalau kita terus terpecah belah, maka kita akan dijajah kembali. Kita tidak sadar itu dan kita harus hati-hati,” kata dia.

Oleh karena itu, berkali-kali ia mengajak kepada para pegiat media sosial itu untuk terus menebar hal-hal positif di media social masing-masing, bukan hal-hal negatif yang akan menyebabkan perpecahan.

“Kita harus ingat, hari ini harus lebih baik dibandingkan hari kemarin, kita esok harus lebih baik dibanding hari ini, itu yang harus kita pegang supaya kita terus maju. Kalau tidak, kita akan menjadi orang rugi,” katanya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini sebelumnya juga sempat mengajak para pegiat media sosial serta komunitas dan netizen untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara positif dalam bermedia sosial di acara Gathering “Positif Bermedia Sosial” yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di salah satu hotel di Surabaya, Senin (22/4/2019).

Pada kesempatan itu, Risma mengajak para pegiat media sosial serta komunitas dan netizen untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara positif dalam bermedia sosial.

“Ayo kita lanjutkan perjuangan para pejuang yang telah susah payah mendirikan negara ini. Jangan sia-siakan apa yang telah mereka lakukan. Salah satunya dengan cara kita berbuat baik untuk negeri ini dan positif bermedia sosial,” ujarnya. (antaranews)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Jaranan Shenterewe Tulungagung 2026, Wadah Ekspresi Seniman Muda

TULUNGAGUNG – Festival Jaranan Shenterewe 2026 yang diselenggarakan di lapangan Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, ...
KABAR CABANG

Doa Bersama untuk Bung Karno, DPC Ponorogo: Semoga Kader Partai Mampu Warisi Api Perjuangannya

PONOROGO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, ...
KRONIK

Magetan Diartikan Rocky Gerung: Marhaen Geregetan

MAGETAN – Akademisi Rocky Gerung datang di Magetan, Minggu (28/6/2026). Kesenian Reog Ponorogo menyambut kedatangan ...
KRONIK

Gus Falah: Regulasi Tegas Terhadap LGBT Selaras dengan Pancasila ‎

‎JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru, menyatakan bahwa regulasi yang memuat sanksi hukum ...
KABAR CABANG

Ratusan Warga Manfaatkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di DPC Magetan

MAGETAN – Dalam rangka memeriahkan Puncak Bulan Bung Karno 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan ...
KABAR CABANG

Festival Mural Selesai, Kantor DPC Lamongan Bagai Galeri Seni Nasionalisme

LAMONGAN – Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 digelar DPC PDI Perjuangan Lamongan berakhir Minggu (28/6/2026) ...