Minggu
27 September 2026 | 9 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Minimalkan Golput, PDIP Jatim Masifkan Sosialisasi Pemilu 2019

pdip-jatim-kusnadi-di-kota-probolinggo

SURABAYA – PDI Perjuangan Jawa Timur terus memasifkan sosialisasi pentingnya menggunakan hak suara saat pemilihan umum (Pemilu).

Berkaca dari survei internal yang dilakukan DPD PDI Perjuangan Jatim terkuak, angka golput masih 11-12 persen.

“Kita selalu sosialisasi terus menerus ke masyarakat agar golput tidak tinggi dan itu kita perintahkan untuk caleg PDIP. Kita juga memohon kepada caleg Koalisi Indonesia Kerja (KIK) untuk melakukan hal yang sama,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Kusnadi, Rabu (27/3/2019).

Selain elemen timses, Kusnadi juga meminta KPU untuk lebih memaksimalkan sosialisasi Pemilu 2019 yang dirasa belum total.

“Kalau dikatakan maksimal sih ya maksimal tapi belum penuh begitu, dan saya pikir untuk dua puluhan hari jelang akhir ini ya saya kira harus lebih intensif. Jadi baik dari timses maupun KPU ini harus bersama-sama untuk menekan angka golput,” kata Wakil Ketua DPRD Jatim ini.

Menurut Kusnadi, penyaluran hak pilih dalam Pemilu 2019 sangat penting bagi berjalannya proses demokrasi di Indonesia sehingga angka golput harus diminimalisasi sebaik mungkin.

“Golput itu juga ada dua, ada yang mereka tidak tahu, tapi ada juga yang tahu tapi tidak mau ke TPS. Saya berharap ke KPU agar lebih masif lagi terutama pada daerah-daerah yang agak jauh dari jangkauan transportasi,” ujarnya.

Menurut Kusnadi, hal ini tidak bisa dipungkiri mengingat Provinsi Jatim sangat luas dan mempunyai topografi yang bermacam-macam termasuk pegunungan dan kepulauan.

“Sedangkan yang sudah tahu tapi tidak mau ke TPS ini mungkin memang tidak mempunyai pilihan yang terbaik bagi mereka. Ini harus diberikan penyadaran melalui sosialisasi juga,” lanjut Kusnadi.

Tipe pemilih seperti itu, lanjut Kusnadi, ada di perkotaan yang sebagian besar sudah tahu dan sudah terdidik namun masih bimbang dalam menentukan pilihan karena informasi yang kurang mendalam.

“Mayoritas di perkotaan ini golput-nya memang lebih sedikit, tapi bukan berarti tidak ada. Jadi di kota pun sosialisasi ini sebenarnya tetap harus dilakukan,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Akad Massal KPR Subsidi di Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Akses Rumah Terjangkau

BANYUWANGI – Sebanyak 100 keluarga di Banyuwangi mengikuti akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi, ...
SEMENTARA ITU...

Ngaji Pusaka Jadi Ruang Edukasi Generasi Muda, Doding: Kenalkan Keris sebagai Warisan Budaya

TRENGGALEK – Tradisi Ngaji Pusaka dalam rangkaian Bersih Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, ...
LEGISLATIF

Amithya Desak Korban Kekerasan di Sekolah Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad dan Terapkan dalam Kehidupan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan kepada para santri agar terus mewarisi semangat ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...