Senin
19 Oktober 2026 | 10 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kubu Prabowo Akan Umumkan Calon Menteri, TKN: Yang Mau Dipasang Pasti Mikir-mikir

pdip-jatim-hasto-di-sby

JAKARTA – Manuver kubu Prabowo-Sandiaga yang akan mengumumkan kabinet dianggap aneh. Sebab, langkah itu dilakukan di saat elektabilitas Prabowo-Sandi stagnan dan tertinggal jauh dari pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, semua lembaga survei yang kredibel menempatkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf jauh di atas Prabowo-Sandi.

Dia menyebut, rencana mengumumkan kabinet bayangan dalam situasi tertekan tidak pas secara momentum, dan juga tidak mudah mencari tokoh hebat.

“Mengapa? Yang mau dipasang masuk dalam kabinet bayangan pasti mikir-mikir, karena selain peluangnya menipis, namanya hanya dipakai sebagai alat dongkrak popularitas Prabowo, dan itu belum tentu berhasil,” kata Hasto, Sabtu (16/2/2019).

Sekjen PDI Perjuangan ini pun menyilakan kubu Prabowo-Sandi untuk segera mengumumkan nama-nama itu secara resmi.

“Silakan Pak Prabowo umumkan saja dalam minggu-minggu ini. Pasti nama-nama yang masuk tidak terlepas dari loyalis mereka seperti Fadli Zon, Ratna Sarumpaet, Achmad Dani, Neno Warisman. Sementara nama-nama yang memiliki kompetensi tinggi akan berpikir 1.000 kali sebelum namanya dimasukkan. Sebab umumkan calon kabinet saat elektabilitas Prabowo turun dipastikan tidak dongkrak suara,” ujarnya.

Sebaliknya, Hasto menilai, gagasan membuat kabinet bayangan itu seperti prematur, tidak memahami skala prioritas, dan orang Jawa bilang “nggege mongso”, atau tergesa-gesa mengharapkan yang belum tentu terjadi.

Menurut Hasto, pemahaman Jokowi atas berbagai persoalan bangsa, dan bagaimana Indonesia kedepan, menjadikan Jokowi sangat memahami bagaimana struktur dan komposisi kabinet kerja ke depan.

Presiden ketujuh RI tersebut, lanjut Hasto, saat ini melakukan scanning dan profiling atas putra-putri terbaik bangsa yang nantinya akan menjalankan tugas sebagai pembantu presiden. “Scanning dan profiling itu jauh lebih penting, bersifat tertutup, teliti, dan sesuai skala prioritas kebutuhan. Semua direkam dengan baik, dan masih banyak waktu. Menangkan pilpres dulu dan bangun koalisi yang kuat dan efektif, agar pemerintahan Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin ke depan jauh lebih kuat karena dukungan rakyat dan dukungan parlemen di atas 67 persen,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Ribuan Pelari Meriahkan Bangkalan Run 2026, Bupati Lukman: Peluang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

BANGKALAN – Ribuan pelari dari berbagai daerah memeriahkan Bangkalan Run 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ...
KRONIK

Apresiasi Penampilan Karya Siswa SR, Bupati Ipuk: Kami Bangga Menyaksikannya

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku bangga atas perkembangan siswa Sekolah Rakyat (SR) ...
KRONIK

Lulus Sekolah Pra-Pratama, Gen-Z Temukan Passion Perjuangan di PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Pelatihan Sekolah Partai DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Palm Surabaya pada 17–18 Oktober 2026 ...
KRONIK

Said Abdullah Salurkan Bantuan Renovasi Rumah untuk 25 Warga Pulau Raas

SUMENEP – Sebanyak 25 warga di Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, menerima bantuan dana rehabilitasi rumah ...
HEADLINE

Tuntas Pelatihan AI, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Naik Level Pratama

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sukses menyelenggarakan pelatihan kaderisasi tingkat Pra-Pratama berbasis ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Bawa Pesan “Jalan Baik, Ekonomi Bangkit” dalam Sosialisasi Kedewanan

MAGETAN — Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat. ...