Jumat
28 Agustus 2026 | 6 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Meski Diserang Hoaks dan Isu Agama, Elektabilitas PDIP Selalu Naik

pdip-jatim-211221-bendera-silhuet-banteng

PROBOLINGGO – Elektabilitas PDI Perjuangan selalu naik, meski hoaks dan isu agama selalu menyerang. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat melakukan konsolidasi di Kantor DPC PDIP Kota Pasuruan, Sabtu (26/1/2019).

“Elektabilitas PDIP selalu naik meskipun isu agama dan hoaks dipakai untuk menyerang kita,” tegas Hasto.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf itu mengungkapkan, saat ini tidak ada lagi perbedaan antara kalangan nasionalis dan religius. Sebab, keduanya terbukti bersinergi melawan penjajah di era kemerdekaan lewat seruan resolusi jihad.

“Semangat hubbul wathan minal iman. Bagaimana spirit tersebut melahirkan sebuah resolusi jihad. Antara nasionalis dan religius tidak bisa dibedakan,” terang Hasto.

Terkait tabloid Indonesia Barokah yang banyak beredar di Jawa Barat dan Jawa Tengah, Hasto dengan tegas membantah jika tabloid tersebut dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres nomor urut 1, Jokowi-Maruf Amin.

Selain membantah, Hasto malah menganggap itu merupakan ekspresi kepanikan dari kubu sebelah, yakni BPN Prabowo-Sandi.

Dia menilai tabloid tersebut tidak ada unsur kampanye apalagi membela Jokowi-Maruf Amin. Sehingga menurutnya BPN Prabowo-Sandiaga Uno tak perlu sepanik itu.

“Yang jelas tabloid tersebut bukan dari kami, itu kan wujud kepanikan dari tim sebelah sampai kebakaran jenggot,” ucap Hasto sesusai Rakorcab pemenangan Pileg dan Pilpres di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, kemarin.

Meski begitu, pihaknya juga masih mempelajari secara mendalam isi dari tabloid kontroversial tersebut. “Yang jelas saya belum memahami betul isinya, akan saya liat dulu siapa yang benar-benar dirugikan atas adanya tabloid tersebut,” ujarnya.

Hasto menambahkan, perbedaan Prabowo-Sandi dengan Jokowi-Ma’ruf terletak pada gaya bersikap yang ditunjukkan masing-masing paslon ketika dirundung isu tak sedap.

“Bedanya Pak Jokowi-Ma’ruf Amin dengan banyak (serangan) selebaran (hoaks) tetap tersenyum. Sementara di sana belum-belum sudah kebakaran jenggot. Itu yang membedakan. Pak Jokowi difitnah, Kiai Ma’ruf difitnah tetap tersenyum,” kata Hasto.

Kegiatan konsolidasi di Pasuruan dan Probolinggo itu merupakan bagian dari safari Politik Kebangsaan VI DPP PDI Perjuangan menyusuri wilayah Tapal Kuda Jawa Timur. Meskipun elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Timur sudah mencapai di atas 63%, PDIP terus melakukan konsolidasi dan penguatan dukungan, khususnya di daerah tapal kuda. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...