Jumat
28 Agustus 2026 | 7 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tutup Festival Qasidah Nasional, Jokowi Lantunkan Deen Assalam

pdip-jatim-jokowi-tutup-festival-qasidah

Abtahiyyat wabsalam…

Ansyaru ahlal kalam jainuddin yahtirom…

Refrein potongan lagu Deen Assalam yang dipopulerkan Sabyan Gambus itu tiba-tiba diucapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menutup Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional Tahun 2018 Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (29/11/2018) malam.

“Sabyan muncul sebagai grup kasidah dengan gaya milenial dan fenomenal. Saya lihat kemarin di YouTube yang melihat videonya sudah hampir 174 juta, sudah hampir sebanyak jumlah penduduk Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Melihat perkembangan kasidah, menurut Presiden, bangsa Indonesia diingatkan bahwa selawat dan khazanah Islam dapat berpadu dengan semangat zaman, menjadi semakin menarik dan semakin indah, serta semakin dapat menjangkau lebih banyak orang dan lintas negara dengan menggunakan teknologi terbaru.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi sangat menghargai, mengapresiasi, dan bangga melihat semua peserta Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional ini.

“Saudara-saudara sedang menyiarkan Islam, Saudara-saudara sedang menghadirkan rasa damai di hati umat yang mendengarkan, dan Saudara-saudara sedang membangkitkan optimisme dan perilaku positif bangsa dan Saudara-saudara terus membesarkan peradaban dan kebudayaan Islam,” ucap Presiden Jokowi.

Sedih Berkembang Saling Hujat

Presiden Jokowi mengaku kadang sangat sedih tahun-tahun terakhir ini yang justru berkembang di media sosial adalah saling menghujat, menjelekkan, mencela, memfitnah, dan hoaks. Ini yang menurutnya sangat berbahaya.

Menurut Presiden, hal itu terjadi dimulai dari pilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden. Padahal, lanjut Presiden,  ini adalah proses demokrasi yang ada setiap 5 tahun.

“Sering kita lupa bahwa proses ini memang setiap 5 tahun ada, baik pilihan bupati, pilihan wali kota, pilihan gubernur, pilihan presiden ada terus. Sehingga sangat rugi besar kalau kita, misalnya dalam majelis taklim tidak saling sapa gara-gara pilihan gubernur atau pilihan bupati atau pilihan wali kota atau pilihan presiden,” tutur Presiden.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menghadapi setiap pesta demokrasi itu dengan sebuah kedewasaan. Jangan sampai fitnah-fitnah dan isu-isu itu terus berkembang.

“Saya kadang sedih gitu, misalnya isu mengenai Presiden Jokowi itu PKI. Saya kadang menceritakan, saya lahir itu tahun ‘61. PKI itu dibubarkan tahun ’65-’66, umur saya baru 4 tahun. Tapi ini dikembang-kembangkan, logikanya tidak masuk, enggak ada yang namanya PKI balita. Saya masih balita itu, masih umur 4 tahun, tapi itu dikembang -kembangkan terus,” ungkap Presiden.

Presiden menegaskan, dirinya dan keluarganya muslim, termasuk bapak ibu dan kakek neneknya, sudah. “Ada yang percaya? Tabayun, cek, gampang,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi LASQI (Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia) atas ketekunannya dalam mengembangkan seni kasidah ini, dan sudah 23 tahun berturut-turut menyelenggarakan Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional.

“Insya Allah tahun depan akan diadakan di Kota Ambon. Pemerintah akan mendukung terus dan saya akan mendukung terus. Saya sangat senang sekali, berbahagia sekali pada malam hari ini bisa hadir di tengah Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian,” pungkas Presiden Jokowi. (setkab)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...