Selasa
28 April 2026 | 12 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Korban Ledakan Gas Lapindo pun Mengadu ke Jokowi

Purwaningsih - korban lapindo

Purwaningsih - korban lapindoSIDOARJO – Jokowi nampak terkejut saat Purwaningsih (55) seorang korban ledakan gas lumpur Lapindo Sidoarjo menunjukkan luka bakar kedua kakinya, Kamis (29/5/2014). “Ini kenapa, Bu?” Tanya Jokowi sambil menyalami perempuan itu.

“Kena ledakan gas, Pak,” jawabnya sambil mendekatkan wajah ke telinga Jokowi. “Tolong saya, Pak Jokowi. Saya tidak bisa bekerja lagi, ” keluhnya.

“Uang ganti rugi habis untuk berobat, Pak. Anak saya juga kakinya terbakar, suami tidak bisa bekerja,” tambah Purwaningsih.

Jokowi pun menyampaikan keprihatinannya, “Aduh, nggih, nanti saya bantu. Nanti dengan Mba Wardah ya, Bu. Maaf, saya mesti pamit, semoga lekas sembuh,” tuturnya sambil memegang erat tangan Purwaningsih lantas meminta Wardah Hafid, aktivis perempuan yang mendampingi korban lumpur Lapindo untuk membantu.

Purwaningsih mengangguk dan melepas jabatan tangan Jokowi. “Terima kasih, Pak Jokowi,” ucapnya.

Jokowi pun berlalu dari atas panggung kecil yang dibangun di atas tanggul lumpur Lapindo, tepatnya di Titik 21 Desa Siring, Sidoarjo itu. Dia baru saja menandatangani kontrak politik antara dirinya dan Jusuf Kalla sebagai calon presiden dengan para korban lumpur Lapindo.

Purwaningsih mengalami luka bakar hingga 70% akibat ledakan gas metan pada 7 September 2010 lalu, di rumahnya di Desa Siring Barat, Sidoarjo. Luka itu menambah deritanya setelah kehilangan rumah akibat lumpur Lapindo karena dokter kemudian menyatakan ia cacat seumur hidup. Biaya ganti rugi sebesar 190 juta yang ia terima habis digunakan untuk biaya berobat.

Terlebih sejak sang suami mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawa, seorang anaknya pun drop out dari Universitas Surabaya akibat kondisi ekonomi keluarga yang terus memburuk. Kini dia tinggal di rumah orang tuanya di Desa Gedang RT 7 RW II Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Purwaningsih mengaku sangat berharap sisa ganti rugi sebesar 80 persen segera direalisasikan pemerintah. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan makan saja dirinya harus berutang kepada tetangga.

“Kami sangat berharap, ganti rugi sebesar 80 persen bisa direalisasikan pemerintah secepatnya, semoga Pak Jokowi bisa membantu,” tutur dia. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Banteng Kota Blitar Implementasikan Arahan Megawati Lewat Gerakan Tanam Pohon

Kader PDIP Kota Blitar tanam pohon saat Hari Kartini sebagai implementasi arahan Megawati untuk ketahanan pangan ...
EKSEKUTIF

Gresik Peringkat 6 Nasional dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam Evaluasi ...
MILANGKORI

Puan: Negara Wajib Jamin Anak Aman, Termasuk di Daycare

Ketua DPR RI Puan Maharani tegaskan negara wajib jamin keamanan anak, termasuk di daycare, usai kasus kekerasan di ...
KRONIK

Erma Dukung Perjuangan Asosiasi BPD Tulungagung Terkait Kuota Perempuan dalam Pencalonan

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mendukung perjuangan Asosiasi BPD (Badan ...
RUANG MERAH

Saat Medsos Anak Dibatasi, Orang Tua Diuji

Oleh Priyanto PEMBATASAN penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun resmi diberlakukan sejak 28 Maret ...
KABAR CABANG

DPC Kabupaten Pasuruan Tanam Ribuan Bibit Singkong dan Porang di Lereng Gunung Arjuno

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan melaksanakan aksi penanaman ...