Rabu
21 Oktober 2026 | 12 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

2 Mantan Menteri jadi Timses Prabowo, Sekjen PDIP: Tidak Ada Masalah

pdip-jatim-hasto-tes-kesehatan-jokowi

JAKARTA – PDI Perjuangan tidak mempersoalkan ada dua mantan menteri di era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang bergabung menjadi tim suskses pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, hal itu tidak akan berdampak dalam persaingan kontestasi pemilihan presiden 2019.

“Itu kan bagian dari aspirasi orang per orang, ya boleh-boleh saja. Semua bergabung ke situ, tidak ada masalah. Karena kami bicara tentang gagasan ke depan bangsa dan negara,” ujar Hasto, kemarin.

Menurut Hasto, dukungan itu sama halnya dengan politisi partai non-koalisi yang akhirnya memilih untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menurut dia, hal itu adalah sesuatu yang wajar, karena para politisi menjadikan keberhasilan dan kepemimpinan Jokowi sebagai alasan.

Sementara itu, terkait cuitan politisi Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Hasto kerap membajak kader partainya, Hasto menganggap hanya ‘celotehan’ biasa.

“Lebih baik menyerang saya, daripada Pak Jokowi. Saya tidak tanggapin hal tersebut,” kata Hasto.

Menurutnya, tuduhan Andi yang menganggap dirinya kerap membajak kader Demokrat salah kaprah. Dia menyebut sejumlah kader pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono yang bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf bukan lantaran hasil komunikasi pribadi.

Kader Demokrat seperti Muhamamad Zainul Madji alias TGB, Deddy Mizwar hingga Lukas Enembe bergabung, disebut Hasto, karena melihat hasil kepemimpinan Jokowi.

“Sebenarnya karena kepemimpinan Pak Jokowi yang menyatukan, yang merangkul, dan yang mereka meneriakkan lantang ke Pak Jokowi ini pun dirangkul. Ini kan menunjukkan bagaimana sebagai bangsa dalam sila persatuan Indonesia, kita ini bersaudara,” kata dia.

Menurut Hasto, kader Demokrat yang bergabung pun tidak turut mereka berpindah partai. Andi Arief yang juga Wakil Sekjen Partai Demokrat diminta introspeksi diri atas ucapannya yang kerap salah alamat.

“Kami tidak punya pengalaman membajak kader lain. Coba dilihat mana. Kemarin bergabung tidak ke PDIP, ini bergabung ke tim pemenangan Pak Jokowi. Ketika ada kader kami yang pindah, kami lebih melakukan introspeksi diri ke dalam,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...