Rabu
21 Oktober 2026 | 9 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Kaji Usulan Jadikan Korban ’98 sebagai Pahlawan Nasional

pdip-jatim-jokowi-aktivis-98

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menindaklanjuti rekomendasi Rembuk Nasional Aktivis ’98 untuk menetapkan mahasiswa yang gugur pada tragedi Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II dalam gerakan reformasi tahun 1998 sebagai pahlawan nasional.

“Saya akan tindak lanjuti dengan kajian-kajian sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Secepat-cepatnya akan kami sampaikan dan nanti akan kita putuskan,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada penutupan rekomendasi Rembuk Nasional Aktivis ’98, yang digelar di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/7/2018) petang.

Demikian juga terhadap usulan Rembuk Nasional Aktivis ’98 agar tanggal 7 Juli ditetapkan sebagai hari Bhinneka Tunggal Ika, Presiden Jokowi berjanji akan mengkajinya.

Diacara itu, Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih kepada gerakan Aktivis ’98, yang pada tahun itu memperjuangkan hadirnya kebebasan berekspresi di republik ini. Juga hadirnya kebebasan berpendapat dan kebebasan pers.

Tapi dia mengingatkan, bahwa  kebebasan itu bukan kebebasan yang semau-maunya, yang sebebas-bebasnya karena kita diikat oleh aturan-aturan serta konstitusi.

“Kebebasan itu bukan memberikan ruang untuk sebebas-bebasnya berbicara untuk mengadu domba masyarakat. Kebebasan itu juga bukan kebebasan yang sebebas-bebasnya untuk saling mencela, untuk saling mencemooh di antara kita, sesama saudara sebangsa dan setanah air. Karena aset besar bangsa Indonesia adalah persatuan,” tegasnya.

Presiden mempersilakan untuk berbeda pendapat, berbeda pilihan politik karena yang dibangun oleh gerakan aktivis ’98 adalah masyarakat yang demokratis. Namun Jokowi mengingatkan, bahwa semua adalah saudara sebangsa dan setanah air.

“Jangan karena berbeda politik, berbeda pilihan politik, saling mencela, saling mencemooh, saling menjelekkan, itu bukan etika dan budaya bangsa kita Indonesia,” tutur Jokowi.

Oleh sebab itu, dia mengajak segenap elemen bangsa untuk bersama-sama merapatkan barisan, menggalang kekuatan untuk melawan intoleransi, melawan radikalisme, melawan terorisme.

“Inilah pekerjaan besar kita untuk membangun kembali aset besar kita yaitu persatuan dan persaudaraan diantara kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Surabaya Soroti Peredaran Minol, Baktiono Dorong Pengawasan Ketat

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong pengawasan lebih ketat terhadap peredaran minuman beralkohol (minol), ...
KRONIK

Sosialisasi Pencegahan Kerusakan Hutan di Banyuwangi, Sonny Soroti Keadilan Penegakan Hukum

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny Tri Danaparamita, menekankan pentingnya penegakan hukum kehutanan yang ...
LEGISLATIF

Widarto Ingatkan Pemkab Jember, Serapan APBD 2026 Jangan Korbankan Kualitas Proyek

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, meminta pemerintah kabupaten (pemkab) tidak sekadar mengejar serapan ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...