Rabu
21 Oktober 2026 | 9 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP: Persatuan Bangsa di Atas Segalanya

pdip-jatim-hasto-pers-bondowoso

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, bahwa pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang digelar hari Rabu (27/6/2018), hanyalah instrumen untuk mendapat pemimpin pro-rakyat. PDIP berharap Pilkada berjalan lancar dan menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya.

“Kekuasaan dalam politik bukanlah segala-galanya dan bukan hal yang harus didapatkan dengan segala cara,” kata Hasto Kristiyanto dalam pernyataan media, Rabu (27/6/2018).

Hasto mengatakan, kekuasaan hanyalah instrumen guna menjalankan kebijakan dan program untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. “Dan dalam memperoleh kekuasaan itu, rakyatlah yang berdaulat. Rakyat merdeka di dalam memilih pemimpinnya,” ujar Hasto.

Hasto menyampaikan pernyataan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pilkada serentak yang kini sering menampilkan ambisi kekuasaan yang luar biasa, sehingga berbagai cara pun dilakukan, bahkan sampai ada yang berpikiran sempit memanipulasi daftar pemilih tetap, menggunakan alat penyelenggara pemilu yang seharusnya netral, politik uang, hingga menghilangkan hak pilih warga.

PDI Perjuangan, lanjut Hasto, sangat prihatin terhadap praktik politik menghalalkan cara tersebut. Ambisi orang per orang dan kelompok menjadi begitu dominan, dan merusak keadaban politik kita.

“Bahkan, sampai ada tokoh nasional berbicara tentang identitas pemimpin hanya dari air minumnya dari mana, dan makan daging dari mana, kamu sukunya apa. Padahal yang namanya restoran Padang pun telah diterima menjadi identitas makanan nasional yang begitu lezat, tanpa bertanya bahwa itu makanan dari mana,” kata Hasto.

Indonesia adalah bangunan besar dengan penerimaan yang baik terhadap orang Sumatera Utara, Papua, Jawa, Bugis, Sunda dan sebagainya di seluruh penjuru nusantara. Masyarakat hidup rukun sebagai bangsa.

“Namun mengapa ada yang berpikiran begitu sempit dan mengaburkan kenyataan bahwa Indonesia lahir untuk semua, untuk semua suku, semua warga bangsa tanpa membedakan suku, agama, status sosial, jenis kelamin dan pembeda lainnya. Persatuan dan kesatuan bangsa di atas segalanya,” beber Hasto.

Hasto menegaskan bahwa menang atau kalah dalam pilkada bukanlah kiamatnya demokrasi.

“Ibu Megawati selalu berpesan bahwa menang dan kalah hanya 5 tahun. Kalah kita perbaiki diri, dan menang jangan korupsi. Lalu kenapa banyak yang menjadikan pilkada sebagai pertarungan hidup mati sehingga keadaban pun dikorbankan? Kenapa hanya demi kekuasaan lalu mempertaruhkan segalanya, termasuk kehendak bersama sebagai bangsa ber Pancasila,” ujarnya.

Oleh karena itu, Hasto mengimbau semua pihak memperjuangkan kualitas demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

“Jangan pernah memprovokasi rakyat dengan pemikiran sempit, apalagi kerdil. Demokrasi harus menjadi ukuran peradaban politik Indonesia,” pungkas Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Surabaya Soroti Peredaran Minol, Baktiono Dorong Pengawasan Ketat

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong pengawasan lebih ketat terhadap peredaran minuman beralkohol (minol), ...
KRONIK

Sosialisasi Pencegahan Kerusakan Hutan di Banyuwangi, Sonny Soroti Keadilan Penegakan Hukum

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny Tri Danaparamita, menekankan pentingnya penegakan hukum kehutanan yang ...
LEGISLATIF

Widarto Ingatkan Pemkab Jember, Serapan APBD 2026 Jangan Korbankan Kualitas Proyek

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, meminta pemerintah kabupaten (pemkab) tidak sekadar mengejar serapan ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...