Rabu
22 Juli 2026 | 5 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Doa Alumni Ponpes Besar Ini Khusus untuk Kemenangan Gus Ipul-Puti

pdip-jatim-doa-jelang-kampanye-akbar

JEMBER – Jelang Istighotsah Kubro bertajuk “Mengetuk Pintu Langit” di Lapangan Jackcloth, Jember, ratusan alumni pondok pesantren (ponpes) besar di Jawa Timur berkumpul di Ponpes Nurul Islam, Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Minggu (15/4/2018).

Di Ponpes asuhan KH Muhyiddin Abdusshomad ini, mereka khusus mendoakan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno, agar menjadi pemimpin Jawa Timur melalui Pilkada 2018.

Para alumni tersebut di antaranya dari Ponpes Lirboyo Kediri, Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Ponpes Sidogiri Pasuruan, Ponpes Ploso, Kediri, dan Ponpes Annuqayah Sumenep.

Hadir juga para kyai pengasuh ponpes, di antaranya KH Mutawakkil Alallah (Ponpes Zainul Hasan, Genggong), KH Anwar Iskandar (Ponpes Al Amin, Ngasinan, Kediri), KH Nawawi Abdul Jalil (Ponpes Sidogiri, Pasuruan), dan KH Fahrurrozi (Ponpes An Nur, Bululawang, Malang).

Sedangkan Gus Ipul dan Puti tampak hadir bersama Fatma Saifullah Yusuf, dan Nyai Juwariyah Fawaid Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo.

Acara itu juga dihadiri jajaran pengurus partai pengusung, seperti dari PDI Perjuangan, PKB, PKS, dan Gerindra. Doa untuk kemenangan Gus Ipul-Mbak Puti dan untuk kelancaran istighosah ini dipimpin Kyai Muhyiddin.

Usai berdoa, Gus Ipul pun mengatakan, bahwa Istigosah Kubro sebagai pengganti kampanye akbar ini adalah atas saran para kyai. Dia pun bersyukur dukungan dari para ulama dan kyai terus bertambah untuk pasangan calon nomor urut dua.

“Alhamdulillah dukungan para ulama dan kyai terus bertambah. Kami akan selalu nderek dhawuh kyai sepuh,” ucap Gus Ipul.

Dia juga menyampaikan terima kasih, karena beberapa ulama yang dahulunya belum bergabung, kini bisa satu pandangan paslon nomor 2. “Ini merupakan anugerah dan barokah dari para kyai,” sebut keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) ini.

Pengasuh Ponpes Genggong KH Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, Jawa Timur menjadi barometer nasional. Hal ini dilihat dari kondusivitas yang terjaga.

“Mengapa bisa seperti itu? Salah satunya, karena masyarakat Jawa Timur masih patuh kepada kyai. Sehingga kalau ada konflik, bisa diredam dengan cepat,” jelasnya.

“Sehingga, ketaatan kepada kyai adalah kebutuhan. Kalau kita mau selamat, salah satunya adalah patuh dengan ulama,” imbuh Kyai Muttawakil.

“Amplop putih jangan sampai luntur, disimpan di atas sumur. Gus Ipul dan Mbak Puti Guntur, Insya Allah, akan membuat Jawa Timur makmur,” tutup Kyai Muttawakil sambil berpantun. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...