Minggu
25 Oktober 2026 | 5 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Doa Alumni Ponpes Besar Ini Khusus untuk Kemenangan Gus Ipul-Puti

pdip-jatim-doa-jelang-kampanye-akbar

JEMBER – Jelang Istighotsah Kubro bertajuk “Mengetuk Pintu Langit” di Lapangan Jackcloth, Jember, ratusan alumni pondok pesantren (ponpes) besar di Jawa Timur berkumpul di Ponpes Nurul Islam, Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Minggu (15/4/2018).

Di Ponpes asuhan KH Muhyiddin Abdusshomad ini, mereka khusus mendoakan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno, agar menjadi pemimpin Jawa Timur melalui Pilkada 2018.

Para alumni tersebut di antaranya dari Ponpes Lirboyo Kediri, Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Ponpes Sidogiri Pasuruan, Ponpes Ploso, Kediri, dan Ponpes Annuqayah Sumenep.

Hadir juga para kyai pengasuh ponpes, di antaranya KH Mutawakkil Alallah (Ponpes Zainul Hasan, Genggong), KH Anwar Iskandar (Ponpes Al Amin, Ngasinan, Kediri), KH Nawawi Abdul Jalil (Ponpes Sidogiri, Pasuruan), dan KH Fahrurrozi (Ponpes An Nur, Bululawang, Malang).

Sedangkan Gus Ipul dan Puti tampak hadir bersama Fatma Saifullah Yusuf, dan Nyai Juwariyah Fawaid Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo.

Acara itu juga dihadiri jajaran pengurus partai pengusung, seperti dari PDI Perjuangan, PKB, PKS, dan Gerindra. Doa untuk kemenangan Gus Ipul-Mbak Puti dan untuk kelancaran istighosah ini dipimpin Kyai Muhyiddin.

Usai berdoa, Gus Ipul pun mengatakan, bahwa Istigosah Kubro sebagai pengganti kampanye akbar ini adalah atas saran para kyai. Dia pun bersyukur dukungan dari para ulama dan kyai terus bertambah untuk pasangan calon nomor urut dua.

“Alhamdulillah dukungan para ulama dan kyai terus bertambah. Kami akan selalu nderek dhawuh kyai sepuh,” ucap Gus Ipul.

Dia juga menyampaikan terima kasih, karena beberapa ulama yang dahulunya belum bergabung, kini bisa satu pandangan paslon nomor 2. “Ini merupakan anugerah dan barokah dari para kyai,” sebut keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) ini.

Pengasuh Ponpes Genggong KH Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, Jawa Timur menjadi barometer nasional. Hal ini dilihat dari kondusivitas yang terjaga.

“Mengapa bisa seperti itu? Salah satunya, karena masyarakat Jawa Timur masih patuh kepada kyai. Sehingga kalau ada konflik, bisa diredam dengan cepat,” jelasnya.

“Sehingga, ketaatan kepada kyai adalah kebutuhan. Kalau kita mau selamat, salah satunya adalah patuh dengan ulama,” imbuh Kyai Muttawakil.

“Amplop putih jangan sampai luntur, disimpan di atas sumur. Gus Ipul dan Mbak Puti Guntur, Insya Allah, akan membuat Jawa Timur makmur,” tutup Kyai Muttawakil sambil berpantun. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Kemloko Jadi Agropolitan, Kembangkan Potensi Wisata Koi

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, mendorong masyarakat Desa Kemloko, Kecamatan ...
KRONIK

Gandrung Sewu 2026, saat Keanggunan Tradisi Berpadu dengan Kemegahan Teknologi Pertunjukan

BANYUWANGI – Pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026, yang perdana digelar malam hari berlangsung megah, di ...
KRONIK

Bunda Nia Lepas Karnaval PAUD, Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Karakter Anak

SUMENEP – Bunda PAUD Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak orang tua dan masyarakat untuk memperkuat ...
KABAR CABANG

Merah Muda Fest, PDIP Surabaya Ajak 200 Anak Muda Bersihkan Pantai Kenjeran

SURABAYA – Sekitar 200 anak muda mengikuti aksi bersih-bersih pantai dan laut Kenjeran yang digelar DPC PDI ...
LEGISLATIF

6.000 Liter Pertalite Masih di Tangki, Guntur Wahono Desak Pengawasan BBM Diperketat

SURABAYA – Pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Jawa Timur perlu diperketat menyusul temuan sekitar 6.000 liter ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Magetan Buka Water Station Napak Tilas, Usul Festival Sejarah untuk Anak Muda

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan membuka water station untuk mendukung peserta Napak Tilas dalam ...