Kamis
27 Agustus 2026 | 5 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma: Wajib Lapor 1×24 Jam Ampuh Deteksi Potensi Kejahatan

pdip-jatim-risma-wajib-lapor-1x24-jam

SURABAYA – Tiga Pilar Kota Pahlawan, yakni Pemkot Surabaya, TNI, dan polisi sepakat meningkatkan keamanan sejak skala masyarakat terkecil, yakni di RT dan RW.

Langkahnya, dengan gerakan revitalisasi keamanan, ketertiban masyarakat dengan wajib lapor tamu 1×24 jam.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan revitalisasi wajib lapor ini merupakan inisiasi dari kepolisian. Gerakan ini dinilai sangat ampuh dalam mendeteksi adanya potensi kejahatan yang mengancam keamanan di masyarakat.

Menurut Risma, warga di masyarakat yang paling tahu dengan lingkungannya. Jika ada tamu asing, pendatang yang mencurigakan tentu mereka yang seharusnya pertama kali sadar.

“Makanya gerakan ini akan mampu mendeteksi kriminalitas dan terorisme sejak dini,” kata Risma, di sela koordinasi tiga pilar di Gedung Graha Sawunggaling, Selasa (5/9/2017).

Koordinasi tersebut dihadiri forum pimpinan daerah. Seperti Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal, dari Polda Jawa Timur, Korem, Imigrasi Kelas I, Camat, Lurah dan Ketua RT dan RW se-Surabaya.

Risma menyebutkan, Ketua RT dan RW harus selalu inisatif mendata warga di kampungnya. Bahkan menurutnya RT dan RW harus tegas tapi bukan mempersulit.

“Jadi jangan mudah memberikan surat izin tinggal sementara di kampung bagi orang yang asing. Supaya bisa lebih bisa mendeteksi kalau ada yang mencurigakan,” ujarnya.

Menurutnya sebagai kota metropolitan Surabaya memang banyak didatangi urban pendatang.

Namun bukan berarti tidak bisa membatasi pendatang yang mau masuk ke Surabaya. Agar bisa membuat Surabaya selalu nyaman bagi warganya.

Dalam kesempatan itu Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Bambang Sukmo Wibowo revitalisasi wajib lapor kembali digencarkan karena seiring perkembangan zaman, budaya wajib lapor perlahan-lahan tidak diterapkan sebagaimana mestinya oleh sebagian besar masyarakat kepada RT/RW.

Akibatnya, tingkat kejahatan meningkat dan sulit untuk dideteksi sejak dini. “Saat ini tingkat kepeduliaan masyarakat untuk melaporkan atau individualisme sangat memprihatinkan. Kesenjangan sosial yang menyebabkan rentang jarak interaksi antarwarga, menurunnya rasa toleransi,” kata Bambang. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Dorong Pacitan Naik Kelas Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional

PACITAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong Kabupaten Pacitan mengoptimalkan kekayaan wisata alam ...
EKSEKUTIF

Kekeringan Mengancam, Bupati Yani Gerak Cepat Kirim 20 Ribu Liter Air Bersih ke Tenggor

GRESIK – Ancaman kekurangan air bersih mulai menghantui sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik bergerak ...
LEGISLATIF

Peternak Ayam Petelur Magetan Bakal ke Jakarta Sampaikan Aspirasi, DPRD Siap Mendampingi

MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan bakal mengawal langsung persoalan perunggasan dan anjloknya harga telur ...
KRONIK

Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan Pengeboran Sumur Air Bersih di Madura

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, bantuan pengeboran sumur air bersih di Dusun Tlandung ...
HEADLINE

Sambut Muktamar ke-35 NU, PDIP Jatim Buka Posko Gratis untuk Layani Muktamirin

“Monggo mampir. Kalau lelah, bisa beristirahat sebentar. Kalau ingin memeriksa kondisi kesehatan, teman-teman ...
KRONIK

Diana Sasa Berharap Muktamar ke-35 NU Lahirkan Kepemimpinan yang Dekat dengan Persoalan Umat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Diana Amaliyah Verawatiningsih (Diana Sasa) berharap ...